- Presiden Donald Trump menangguhkan serangan militer terhadap Iran selama 14 hari setelah sepakat melakukan gencatan senjata dua sisi.
- Kesepakatan yang dimediasi Pakistan ini mewajibkan Iran segera membuka akses Selat Hormuz secara aman bagi pelayaran internasional.
- Pengumuman tersebut berdampak positif dengan anjloknya harga minyak mentah dunia serta kenaikan tajam pada bursa saham Amerika.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Gedung Putih sesaat sebelum tenggat waktu militer berakhir.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penangguhan rencana serangan besar-besaran terhadap infrastruktur Iran selama 14 hari kedepan dan resmi gencatan senjata
Langkah diplomasi mendadak ini diambil dengan syarat mutlak bahwa Republik Islam Iran harus segera melakukan pembukaan Selat Hormuz secara "lengkap, segera, dan aman".
Pengumuman yang disampaikan melalui platform Truth Social ini muncul kurang dari dua jam sebelum batas waktu pukul 20.00 waktu setempat, yang sebelumnya sempat memicu kepanikan global.
Peran Mediator Pakistan dan Kesepakatan "Gencatan Senjata Dua Sisi"
Donald Trump mengungkapkan bahwa keputusan untuk memberikan ruang bagi jalur diplomasi ini merupakan hasil pembicaraan intensif dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dan Panglima Militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir.
“Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi!” tegas Trump dalam unggahannya.
Sebelumnya, PM Shehbaz Sharif secara terbuka meminta Trump untuk memperpanjang tenggat waktu selama dua minggu.
Di saat yang sama, ia juga mendesak kepemimpinan Teheran untuk membuka Selat Hormuz sebagai "isyarat niat baik" demi stabilitas kawasan dan perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.
Baca Juga: Zulhas Pasang Badan: Meski Dunia Membara, Stok Pangan RI Aman Hingga 2027!
Sinyal de-eskalasi ini langsung direspons secara dramatis oleh pasar keuangan global. Harga minyak mentah dunia dilaporkan anjlok hingga 16 persen sesaat setelah pengumuman tersebut dirilis.
Sebaliknya, kontrak berjangka (futures) bursa saham Amerika Serikat langsung melonjak tajam, mencerminkan rasa lega investor atas meredanya risiko perang terbuka yang sempat mengancam infrastruktur energi.
Klaim Kemenangan dari Kedua Belah Pihak
Meski situasi masih sangat cair, dikutip via CNBC, baik Washington maupun Teheran mencoba membingkai perkembangan ini sebagai kemenangan politik masing-masing:
Pihak Amerika Serikat: Trump mengklaim bahwa militer AS telah mencapai dan melampaui semua target strategis. Ia menyebutkan bahwa Iran telah mengajukan proposal 10 poin yang dinilai sebagai basis negosiasi yang masuk akal. "Hampir semua poin yang diperdebatkan di masa lalu telah disepakati, dan periode dua minggu ini akan digunakan untuk merampungkan perjanjian permanen," tulis Trump.
Pihak Iran: Melalui kantor berita Mehr, Dewan Keamanan Nasional Agung Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat telah "menyerah pada kehendak rakyat Iran" meskipun sempat melontarkan ancaman keras. Teheran menegaskan bahwa jika musuh menyerah di meja perundingan, hal itu akan dirayakan sebagai kemenangan sejarah, namun mereka tetap siap bertempur jika tuntutan bangsa Iran tidak terpenuhi.
Berita Terkait
-
Ancaman Bak Neraka Jadi Kenyataan Militer AS Hantam Infrastruktur Vital Iran di Pulau Kharg
-
Mojtaba Khamenei Diklaim Kritis, Intelijen AS Bocorkan Memo Rahasia Tentang Kelumpuhan Iran
-
Ledakan Dahsyat Guncang Teheran Saat Rudal Amerika-Israel Hancurkan Permukiman di Provinsi Alborz
-
Trump Ancam 'Hancurkan Peradaban', Iran Respon dengan Siap Siaga Perang Penuh
-
Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
Ancaman Bak Neraka Jadi Kenyataan Militer AS Hantam Infrastruktur Vital Iran di Pulau Kharg
-
Mojtaba Khamenei Diklaim Kritis, Intelijen AS Bocorkan Memo Rahasia Tentang Kelumpuhan Iran
-
Ledakan Dahsyat Guncang Teheran Saat Rudal Amerika-Israel Hancurkan Permukiman di Provinsi Alborz
-
TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan
-
Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas
-
Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta
-
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun
-
Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban
-
Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator
-
Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun