/
Rabu, 09 Agustus 2023 | 19:50 WIB
Foto Rocky Gerung. Ia dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian kepada Jokowi. (Youtube Rocky Gerung)

SUARA TASIKMALAYA - Pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Presiden Jokowi 'Bajingan Tolol' menuai pro dan kontra. 

Prof. Din Syamsuddin, seorang cendekiawan Muslim, mengatakan bahwa kritikan Rocky Gerung terhadap kebijakan Presiden Jokowi adalah tanggung jawab sebagai seorang intelektual dalam mengontrol kebijakan publik. 

Din Syamsuddin juga menyayangkan sikap Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang terlalu unjuk kekuasaan.

Prof. Din Syamsuddin mengatakan bahwa pemerintah seharusnya menyikapi kritik Rocky Gerung dengan merujuk pada restorative justice dalam edaran Kapolri nomor 6 tahun 2015 yang bermuara pada dialog antara pengkritik dan yang dikritik. Bukan ditanggapi dengan ekspresi seperti yang dilakukan KSP Moeldoko. 

Hal itu menurut Prof. Din Syamsuddin justru semakin memperkeruh pemahaman tentang demokrasi.

Prof. Din Syamsuddin bahkan menegaskan siap pasang badan dan berada di samping Rocky Gerung karena ia menganggap ini adalah tanggung jawab intelektual. 

"Saya akan bersama Rocky Gerung, berada di sampingnya untuk beradu otak. Mari kita berdiskusi dan berdebat tentang substansi kritik," tegas Din Syamsuddin, dikutip daari kanal Youtube TV One pada Rabu (9/8/2023).

Kritikan Rocky Gerung terhadap kebijakan Presiden Jokowi menuai pro dan kontra. Namun, penting untuk diingat bahwa kritikan adalah bagian dari demokrasi. 

Pemerintah harus terbuka untuk mendengarkan kritikan, dan berdialog dengan para pengkritik untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat. (*)

Baca Juga: 3 Kendala yang Bikin Shin Tae-yong Sulit Raih Trofi Bersama Timnas Indonesia U-23

Load More