thyasethyaa's
Rasa syukur yang mendalam
yudiguntara5's
Syukurlah, berhasil mendapatkan 3 poin yang berharga
dandanlf's
Memenangkan Liga Champions dengan bermain licik memang patut dipertanyakan. Kita perlu merenung, apakah ini benar-benar pantas dilakukan! Sudah 50 juta lebih suka. Balasan
rahendraair666's
Bersyukur atas perolehan 3 poin ini. Menurut saya, selain Persib yang kurang kreatif dalam menyerang, fokus PSIS yang hanya memiliki 9 pemain membuat mereka lebih berorientasi untuk tidak kebobolan dan bermain defensif di kotak penalti. Jadi, seolah-olah bermain dengan 11 pemain. Gol melalui penalti memang terjadi karena tekanan Persib terhadap PSIS yang rapuh, yang mengakibatkan pelanggaran. Tetap semangat untuk mengevaluasi performa ini. Semoga lebih baik di masa mendatang.
Berikut adalah beberapa parafrase dari komentar-komentar tersebut:
tinzatapamania's
Kutukan sulit dikalahkan ketika menghadapi tim tertentu, contohnya seperti persib yang selalu kalah melawan bali. Kali ini, psis mengalami kesulitan untuk menang melawan persib, meskipun persib sedang dalam performa buruk, sementara psis sedang dalam performa yang baik.
oktizentata's
Terlalu berlebihan, gol penalti itu merupakan hasil dari usaha keras yang dilakukan. Penuh dengan kiasan.
indra_binmahmood's
Sungguh menyenangkan, bahkan lapangan golf pun memiliki daya tariknya sendiri.
yusup_gustian14's
Ternyata, tidak hanya pria yang selalu dianggap salah di mata wanita. Persib juga sering dianggap salah oleh para bobotoh. Baik saat menang maupun saat imbang, selalu ada kritik dari segala arah.
zaini.adnan's
Apa yang sebenarnya ingin kamu sampaikan?
gregdifa0's
Jangan terlalu berlebihan dalam merespons permainan yang tidak begitu bagus. Tetap realistis dalam menilai situasi. (*)
Berita Terkait
-
Dua Gol Marc Klok Ubah Peta Makin Mengerikan di Papan Tengah, 4 Selebrasi yang Bikin Pelatih Persija Marah
-
Begitu Dramatis! Kemenangan Kedua Persib di Kompetisi Liga 1 2023-2024, Dua Pemain PSIS harus ke Luar Lapangan
-
Duet Bek Kokoh Persib Bandung, Akankah Mampu Bersinar di BRI Liga 1 2023/2024?
-
Gantikan Posisi Wonderkid Bali United, Ryuji Utomo tak Mampu Membendung Kekuatan Persis Solo
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel