SUARA TASIKMALAYA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim mengumumkan, bahwa mahasiswa tidak usah menyusun skripsi atau tesis sebagai persyaratan kelulusan.
Pernyataan Mendikbud telah memicu berbagai tanggapan dari kalangan pendidikan, termasuk seorang dosen dan dewan skripsi Program Studi Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi (PSTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Purwakarta, Rizki Hikmawan.
Dalam menanggapi kebijakan tersebut, banyak mahasiswa yang mengungkapkan persetujuan terkait hal ini.
Terutama mereka yang aktif terlibat dalam berbagai proyek dan kegiatan di luar perkuliahan.
Namun, ada juga perhatian terhadap kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam mengubah proyek-proyek tersebut menjadi karya tulis ilmiah yang sesuai dengan standar skripsi.
Dalam pandangan Rizki Hikmawan mengatakan, ia setuju dengan konsep jika mahasiswa tidak hanya harus terikat dengan format skripsi.
Tetapi juga dapat menyelesaikan tugas akhir dalam bentuk lain, seperti proyek dengan indikator yang jelas.
Pandangan ini sejalan dengan ide bahwa mahasiswa dapat menyumbangkan kontribusi yang lebih nyata dalam menyelesaikan masalah di masyarakat.
"Pandangan saya, tidak perlu membuat skripsi yang panjang dan rumit, tetapi karya akhir mahasiswa harus memiliki dampak positif yang terlihat dalam masyarakat," ungkap Rizki Hikmawan saat ditanya Suara Tasikmalaya, Rabu (30/8/2023).
Baca Juga: 4 Zodiak Ini Tidak Pernah Puas dengan Apa yang Mereka Lakukan, Cek Milikmu!
"Jika mahasiswa memiliki minat dan kemampuan menulis, mereka masih bisa memilih untuk menulis skripsi, tetapi pilihan lain yang lebih praktis juga tetap kami dukung," tambahnya.
Kebijakan ini mencerminkan semangat untuk memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi mereka.
Sambil tetap menghasilkan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.(*)
Kontributor: Agit Wisnu
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Kejar Target Rp150 Triliun, Pemprov Banten 'Obral' Potensi Investasi di Lebak dan Pandeglang
-
Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Biar Lebih Tenang, Ini Cara Pastikan Aplikasi yang Kamu Pakai Aman
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Paling Banyak Dipakai di CFD Jakarta, Nomor 3 Lagi Naik Daun
-
KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!
-
Kasus Korupsi Jalan Mempawah Kian Memanas, KPK Panggil Kadis PUPR dan 5 ASN Sekaligus
-
Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga