Suara.com - Sepanjang sejarah perjalanan manusia, banyak sekali budaya yang menyebutkan bahwa darah muda banyak sekali manfaatnya bagi orang yang lebih tua. Banyak kebudayaan kuno yang mengisahkan pengorbanan anak kecil, atau penakluk yang meminum darah anak muda dari bangsa yang ditaklukannya dengan tujuan supaya awet muda.
Bahkan ada gosip yang membuat bulu kuduk meremang, bahwa seorang diktator dunia gemar mentransfusi dirinya dengan darah perawan muda demi menghambat proses penuaan. Semua cerita di atas memang terdengar seperti kisah horor, tak ubahnya kisah vampir yang bertahan hidup hingga ratusan tahun dengan memangsa darah manusia.
Namun, ternyata baru-baru ini sejumlah peneliti di Universitas Harvard menemukan bahwa transfusi darah dari organisme yang masih muda mampu memperbarui otak, membentuk pembuluh darah baru, hingga meningkatkan daya ingat serta kemampuan untuk belajar. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, darah muda bisa menunda proses penuaan dan mengobati penyakit Alzheimer.
Adalah protein "GDF11" dalam darah yang memungkinkan semua hal itu terjadi. GDF11 dalam jumlah berlimpah ditemukan dalam darah organisme yang masih muda. Jumlahnya terus menurun seiring bertambahnya usia.
Sejauh ini, para peneliti baru mencobakan hal tersebut kepada tikus. Peneliti mengambil darah dari tikus yang berusia tiga bulan dan mentransfusinya ke tikus yang sudah berusia 18 bulan, atau mendekati akhir hidupnya. Terbukti, sejumlah perubahan muncul.
Darah muda tersebut meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar dari tikus tua. Pascatransfusi secara teratur selama tiga minggu, peneliti melihat sejumlah perubahan pada struktur, molekuler, dan fungsi otak tikus tua. Tikus tua juga menunjukkan peningkatan para performa mereka dalam sejumlah tes yang dilakukan peneliti.
Para peneliti yakin bahwa hal serupa bisa pula dilakukan kepada manusia. Menurut mereka, pengujian kepada manusia bisa mulai dilakukan dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Mereka juga berharap, dengan penelitian tersebut, akan bisa ditemukan cara atau bahkan obat untuk memerangi penyakit Alzheimer pada manusia.
Tag
Berita Terkait
-
Pertikaian dan Konflik Kian Menyaru dalam Anime Diabolik Lovers: More Blood
-
Apa yang Dimaksud Vampir Oli pada Motor? Kenali 5 Penyebabnya
-
Hadirkan Dunia Vampir, Anime Dark Moon: The Blood Altar Tayang 9 Januari 2026
-
Serakahnomics: Jurusan Baru Usulan Prabowo untuk Bongkar Kejahatan Ekonomi di Indonesia
-
Bikin Prabowo Murka, Siapa 'Vampir Ekonomi' Penganut Mazhab Serakahnomics?
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!