Suara.com - Dinas Rahasia Amerika Serikat (AS) sedang menawarkan tender pembuatan program komputer yang dapat mendeteksi sarkasme pada Twitter.
Melalui situs Federal Bussiness Opportunities, badan tersebut mengatakan bahwa program tersebut harus mampu menganalisis data media sosial secara akurat sehingga dapat mendeteksi potensi ancaman terhadap keamanan nasional. Namun, belum apa-apa, rencana itu sudah menuai kritik.
Menurut direktur Pusat Informasi Privasi Elektronik Ginger McCall, jika program tersebut nanti ada, dikhawatirkan akan membatasi kebebasan berekspresi. Sementara itu, dari sudut pandang teknis, program semacam itu sulit terwujud.
Menurut Peter Eckersley, direktur proyek Yayasan Electronic Frontier, komputer tidak dapat memahami kompleksitas dari tema pembicaraan antar pengguna media sosial.
Selain dituntut untuk mampu mendeteksi sarkasme, program itu juga diharuskan mampu mengidentifikasi hasutan, mengukur sentimen terhadap topik-topik tertentu, serta menginterpretasikan isi pembicaraan dalam beragam bahasa.
Dinas Rahasia AS tidak menjelaskan apa tujuan dari program itu nantinya. Namun mereka memaparkan misi dari program tersebut yakni "menjaga integritas perekonomian", dan "melindungi pemimpin negara, serta kepala negara dan kepala pemerintahan yang datang berkunjung". (Dailymail)
Tag
Berita Terkait
-
Capek-Capek Eka Kurniawan Masuk Nominasi Man Booker, Saingannya Cuma AU!
-
Cuitan Ala Milenial: Pesan Motivasi dari Kicauan Si Burung Zuper!
-
Membaca Ulang Sejarah R.A. Kartini di Tengah Tren 'Unpopular Opinion'
-
Baskara Mahendra Jadi Sasaran Hujatan KNetz, Warganet Tak Tinggal Diam
-
Dari Thread ke Bioskop, Falcon Pictures Garap Film Waluh Kukus
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan