Suara.com - Sudah banyak ilmuwan yang mencoba mengungkap bagaimana orang Mesir kuno membangun piramid. Tiga fisikawan asal Universitas Indiana baru-baru ini mengungkapkan teori mereka soal bagaimana para pekerja mengangkat material batu super besar yang digunakan untuk membangun piramida.
Trio fisikawan itu memasangkan gelondong kayu di empat sisi blok batu. Blok batu adalah miniatur dari blok batu pembentuk piramida yang sesungguhnya berukuran (1,27mx1,27mx0,71m) dan berbobot 2,5 ton.
Kemudian, fisikawan J. West, G.Gallagher, dan K.Waters mengikatkan sebuah tambang di antara ujung-ujung gelondong kayu tersebut, dan membuat simpul di bagian atasnya, sehingga gelondong kayu tersebut berputar dan menggerakkan batu. Menurut hitungan mereka, usaha yang diperlukan untuk menggerakkannya hanya 15 persen dari bobot blok batu. Dari situ mereka menyimpulkan, untuk menggerakan batu 2,5 ton itu sejauh setengah meter per detik, maka diperlukan tenaga kerja sekitar 50 orang.
Dalam makalah yang mereka tulis, mereka juga menelaah metode lain yang pernah diungkap para ahli. Salah satunya adalah dengan cara memasangkan balok berbentuk setengah silinder untuk menggerakkan blok batu. Mereka juga menyebut soal penelitian yang mengungkap bahwa orang Mesir menggunakan pasir yang disiram air sehingga mengurangi gaya gesek blok batu dengan pasir.
"Beberapa variasi menggelindingkan blok batu sekarang bisa dianggap sebagai satu di antara metode terbaik yang paling mungkin yang dipakai untuk memindahkan batu-batu piramida besar," tulis mereka dalam makalah tersebut.
West dan Gallagher adalah fisikawan yang berafiliasi dengan Fakultas Kimia dan Fisika di Universitas Negara Bagian Indiana. Sementara Waters berasal dari Fakultas Fisika di Universitas Teknologi Michigan. (Tech Times)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Indosat HiFi Air Resmi Hadir, Internet Rumah Tanpa Kabel Bisa Dibawa Mudik dan Langsung Aktif
-
27 Kode Redeem FF 27 Februari 2026: Ada Skin SG2, Angelic, Hingga Bundle Jujutsu Kaisen
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 Februari 2026: Klaim Pemain OVR 117 dan Ribuan Gems Gratis
-
realme 16 Series 5G Bawa 21 Classic Tone ala Kamera Profesional dan Fitur NEXT AI Photography
-
4 Smartwatch yang Ada Pengingat Salatnya, Harga Terjangkau Mulai Rp200 Ribuan
-
Harga Sewa iPhone Jelang Lebaran 2026, Modal Rp300 Ribu Bisa Bawa 15 Pro Max saat Mudik
-
HP Tahan Banting Merek Apa? Ini 6 HP dengan Material Solid untuk Jangka Panjang
-
Lonjakan Trafik Ramadan 2026, XLSMART Siapkan Jaringan dan Paket Data XL, AXIS, hingga XL SATU
-
Teknologi Grab Indonesia 2026: Algoritma, Big Data, dan 3,7 Juta Mitra Penggerak Ekonomi Digital
-
Kolaborasi Jadi Strategi Besar Dorong Ekosistem Esports Indonesia Makin Kompetitif di 2026