Suara.com - Penelitian tentang mengapa kulit pisang lebih berbahaya ketika diinjak manusia, memenangkan hadiah Nobel Ig 2014 dalam acara penganugerahan yang digelar di Universitas Harvard, Amerika Serikat, Kamis (18/9/2014).
Penelitian yang digelar oleh tim fisikawan Universitas Kitasato, Jepang itu menjadi juara di kategori Fisika ajang yang merupakan parodi anugerah Nobel tersebut.
Riset yang dipimpin oleh Kiyoshi Mabuchi itu sebenarnya meneliti, mengapa kulit pisang lebih berpeluang membuat manusia jatuh terpeleset ketimbang kulit apel dan jeruk ketika diinjak oleh manusia.
Sekilas, ajang tahunan yang digagas oleh majalah humor sains Annals of Improbable Research itu terlihat sepele dan sekedar main-main. Tetapi jika diamat lebih dalam, riset-riset dalam ajang itu sebenarnya digelar secara serius dan profesional.
Riset para ilmuwan Jepang itu misalnya menunjukkan bagaimana gesekan dan pelumasan memengaruhi pergerakan bagian-bagian tubuh manusia. Gel polysaccharide follicular pada kulit pisang rupanya juga ditemukan di beberapa membran persendian manusia.
"Konsep ini bisa membantu dalam menciptakan persendian buatan," kata Kiyoshi Mabuchi.
Selain riset Kiyoshi, ada beberapa riset lagi yang memenangkan Nobel Ig di beberapa kategori. Berikut adalah daftar lengkapnya:
Neurosains: Kang Lee (Universitas Toronto, Kanada)
Meneliti aktivitas pada otak manusia yang mengaku melihat wajah Yesus di permukaan roti bakar.
Psikologi: Peter Jonason (University of Western Sydney, Australia)
Mengungkap bahwa orang yang punya kebiasaan bergadang rata-rata sangat memuja dirinya sendiri, suka memanipulasi, dan lebih punya kecenderungan psikopat ketimbang mereka yang biasa bangun pagi.
Kesehatan Publik: Jaroslav Flegr (Charlses University, Republik Cek)
Menyelidiki apakah memelihara kucing bisa merusak mental manusia.
Biologi: Vlastimil Hart (Czech University of Life Science, Republik Cek)
Mengungkap fakta bahwa saat anjing buang air besar dan air kecil, binatang itu cenderung menyejajarkan tubuhnya dengan garis medan magnet Bumi.
Seni: Marina de Tommaso (Univeristas Bari, Italia)
Meneliti rasa sakit relatif yang dialami manusia saat melihat lukisan yang buruk dan di saat yang sama tangannya ditembak dengan sinar laser berkekuatan tinggi.
Ekonomi: Institut Statistik Nasional Italia
Karena "dengan bangga" mematuhi mandat Uni Eropa untuk menyesuaikan ukuran perekonomian negara dengan memasukkan daftar pendapatan dari sektor pelacuran, perdagangan narkotika, penyelundupan, dan berbagai transaksi finansial ilegal lainnya.
Pengobatan: Ian Humphreys (Michigan State University, AS)
Menemukan cara menghentikan mimisan menggunakan daging babi.
Artic Science: Eigil Reimers (Universitas Oslo, Norwegia)
Bereksperimen untuk mengamati reaksi rusa kutub ketika melihat manusia yang menyamar sebagai beruang kutub.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Jangan Panik! Ini Cara Mudah Memulihkan Dokumen Word yang Hilang
-
5 HP RAM Besar dan Kamera Selfie Resolusi Tinggi, Harga Rp1 Jutaan Buat Ngonten
-
68 Kode Redeem FF 6 Januari 2026, Siap-siap Bundle Gojo Satoru dan Sukuna Hadir
-
LG Buka Era AI in Action di CES 2026, Hadirkan CLOiD Robot Rumah yang Benar-Benar Mengerti Kamu
-
32 Kode Redeem FC Mobile 6 Januari 2026, Klaim Gems Gratis Sebelum Maintenance Besok
-
TRYX Bikin PC Naik Level di CES 2026: Pendingin Berlayar, Casing Super Senyap, dan Desain Futuristik
-
Asus ROG Unjuk Gigi di CES 2026, Hadirkan Inovasi Gaming Masa Depan Berbasis AI
-
Serupa tapi Tak Sama: Ini Adu Fitur Honor Power 2 vs iPhone 17 Pro
-
Spesifikasi Honor Power 2: Mirip iPhone 17 Pro, Usung Baterai 10.080 mAh dan Dimensity 8500
-
Game Populer yang Laris, Arc Raiders Siap Jadi Film dan Serial TV?