Suara.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali menciptakan inovasi teknologi beton mutu tinggi dengan menggunakan limbah berupa abu dan botol kaca.
"Teknologi beton ini tetap mengutamakan kekuatan, efisiensi biaya serta ramah lingkungan," kata Kepala Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti di kampus UI Depok, Selasa (21/4/2015).
Ia mengatakan, enam mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik UI (FTUI) angkatan 2012 yang terbagi atas dua kelompok berkreasi menciptakan inovasi akan teknologi beton mutu tinggi.
Tim Achalesvara yang terdiri atas Ingrid Rosalyn, Indriana S, Erinda. Pandu Purnamasari, Elia Benny dan Virginia S. menawarkan inovasi pembuatan beton mutu tinggi menggunakan 12 persen "fly ash" (abu terbang) dan 8 persen Silica Fume (Bubuk Silika) dalam campuran beton.
"Fly ash" merupakan produk sampingan dari pembakaran batu bara yang dipakai sebagai sumber energi dalam tenaga pembangkit listrik (biasanya PLTU) dan atau pembakaran kayu.
Ingrid, tim-nya menggunakan "fly ash" sebagai bahan tambahan dalam pembuatan beton mutu tinggi karena memiliki sifat yang dapat bereaksi dengan kapur pada suhu kamar dengan media air sehingga membentuk senyawa yang mengikat.
"Fly ash" memiliki sifat pozzolan yang baik untuk keperluan bangunan serta mampu meningkatkan kualitas beton dan lebih tahan abrasi. Selain itu, fly ash mampu mengefisiensikan biaya pembuatan beton mutu tinggi karena material fly ash sangatlah murah.
Dia mengatakan, penggunaan "fly ash" dalam pembuatan beton ini menjawab permasalahan lingkungan hidup karena mampu menyerap limbah fly ash.
Seperti halnya PLTU Suralaya tiap tahunnya menghasilkan 219.000 ton limbah abu.
Inovasi berikutnya datang dari Tim Alkalina UI yang terdiri atas Muhammad Haikal Syarief, Baiti Rahma Maudina dan Annisa Salsabila. Para mahasiswa ini menciptakan beton mutu tinggi dengan bahan campuran sampah botol kaca.
Botol kaca tersebut terlebih dahulu dihancurkan dan dimanfaatkan kembali sebagai pengganti sebagian semen serta limbah beton bekas tak terpakai yang dipakai kembali sebagai agregat kasar.
Menurut Haikal, pembuatan beton daur ulang diawali dengan mempersiapkan bahan-bahan material utama yang terdiri dari semen Portland, kerikil, pasir dan air serta material tambahan yang terdiri dari silica fume dan superplasticizer.
Material tambahan yang lain adalah limbah beton dan botol kaca. Perbandingan komposisi serbuk kaca dengan semen adalah 15 persen, 85 persen.
Pembuatan beton daur ulang dari tim Alkalina bernilai ekonomis karena mampu menghemat biaya sebesar 16 persen dibandingkan dengan pembuatan beton mutu tinggi dengan material biasa.
Hasil karya dari kedua tim tersebut berhasil diuji dan dilombakan pada ajang "Lomba Karya Ilmiah Beton C.E.T.A. Trisakti 2015" pada 6 April 2015 lalu di Universitas Trisakti, Jakarta Barat. Keduanya berhasil meraih penghargaan sebagai juara pertama (tim Achalesvara) dan juara ketiga (tim Alkalina).
Inovasi terbaru terhadap teknologi beton senantiasa dibutuhkan bagi industri khususnya konstruksi bangunan.
Penelitian yang dilakukan oleh pada mahasiswa UI ini diharapkan mampu mendukung perkembangan industri Indonesia menuju lebih baik dengan mengutamakan keberlanjutan lingkungan hidup serta efisiensi biaya dan proses produksi.
Diharapkan budaya berinovasi dengan menggunakan "core compentence" yang dilakukan oleh mahasiswa UI mampu membudaya dan menumbuhkan semangat berkreasi dan berkompetisi yang sehat bagi mahasiswa lainnya agar turut serta dalam mendorong pembangunan SDM maupun industri di Indonesia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Indonesia dan 7 negara Muslim Kecam Serangan Israel ke Al-Aqsa
-
Ancaman Pasokan Memanas, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS per Barel
-
Demi Saingi Singapura-Dubai, Purbaya Kasih Insentif Pajak 0% hingga 50 Tahun ke Investor PFII
-
IWIP Terapkan Prinsip Ekonomi Sirkular Kelola Sampah Domestik
-
Kenapa Login Sulingjar 2026 Gagal Terus? Ini Cara Mengatasinya
-
Warna Pintu Utama Rumah yang Baik Menurut Feng Shui, Dipercaya Membawa Energi Positif
-
Vietnam Gemetar Hadapi Skuad Mewah Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Peluang untuk Beli, Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2,6 Juta/Gram
-
Ketika Pakan Satwa Dikorupsi: Ironi Ketidakadilan Mahluk yang Tak Bersuara
-
Mural Lingkungan Warnai Tanggul Pantai Tambaklorok Semarang