Suara.com - Pascagempa bumi 7, 9 skala richter yang mengguncang Nepal pada hari Sabtu (25/4/2015), Facebook meluncurkan layanan khusus untuk membantu para keluarga korban. Layanan khusus tersebut dinamakan fitur Safety Check yang dapat dipakai untuk menandai diri mereka sebagai korban selamat.
"Pagi ini kami mengaktifkan Safety Check untuk orang-orang yang terdampak oleh gempa di Nepal. Ini merupakan cara mudah agar keluarga dan teman-teman tahu bahwa Anda baik-baik saja," kata CEO Facebook, Mark Zuckerberg lewat akun resminya pada Minggu (26/4/2015).
"Jika Anda berada pada wilayah yang terkena gempa, Anda akan mendapat notifikasi yang menanyakan apakah Anda selamat, dan apakah Anda ingin mengecek teman-teman Anda," lanjut Zuckerberg.
"Ketika bencana terjadi, orang-orang perlu tahu apakah orang-orang yang mereka cintai selamat. Dalam keadaan seperti ini, kemampuan untuk selalu terhubung benar-benar menjadi penting," sambung lelaki yang akrab disapa Zuck.
Di bagian akhir, Zuckerberg menyatakan belasungkawa bagi mereka yang menjadi korban bencana ini.
Tak cuma Facebook. Google juga ikut ambil bagian. Raksasa internet itu mengaktifkan fitur Person Finder.
Hingga Minggu (26/4/2015) siang, Person Finder sudah mendata hampir 3.000 data. Layanan pencarian orang ini tersedia lewat pesan singkat (SMS) di India dan Amerika Serikat. Caranya adalah sebagai berikut:
Ketik "search" lalu kirim ke +91-9773300000 di India atau +1-650-800-3978 di Amerika Serikat. Kementerian Urusan Luar Negeri India juga menyediakan layanan telepon 24 jam untuk pertanyaan seputar gempa bumi.
Selain Facebook dan Google, Komite Internasional Palang Merah juga membuka laman layanan Restoring Family Links di link familylinks.icrc.org/nepal-earthquake. Mereka yang berada di Nepal dan tak bisa menghubungi keluarga secara langsung dapat memasukkan nama mereka dalam daftar di situs tersebut dan menyatakan bahwa mereka selamat. Mereka yang kehilangan kontak dengan orang terkasih juga bisa memasukkan nama orang tersebut di situs itu. (CNA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026