Suara.com - Alam semesta rupanya perlahan-lahan sedang menuju kepada kehancuran total, demikian ungkap sebuah studi terbaru yang menganalisis energi yang dihasilkan oleh sejumlah galaksi di alam semesta.
Riset yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan para astronom (International Astronomical Union's General Assembly) di Hawaii, Amerika Serikat pada 10 Agustus itu menunjukkan bahwa energi yang dipancarkan oleh ratusan ribu galaksi di alam semesta terus berkurang. Ini adalah riset terlengkap yang pernah dilakukan para ilmuwan sejauh ini.
Memanfaatkan data yang dikumpulkan oleh tujuh teleskop, termasuk teleskop-teleskop yang melayang di antariksa milik badan antariksa AS (NASA), para ilmuwan itu menemukan fakta bahwa besarnya energi yang dipancarkan oleh 200.000 galaksi di alam semesta kini hanya tinggal separuh dari energi yang mereka pancarkan dua miliar tahun silam.
Simon Driver, ilmuwan dari lembaga International Centre for Radio Astronomy Research, Australia yang memimpin riset itu mengatakan bahwa mereka menghitung energi yang dipancarkan oleh ratusan ribu galaksi itu dengan mengukur panjang gelombangnya.
Tujuan dari riset itu, jelas Driver adalah untuk memetakan semua energi yang dihasilkan di antariksa. Setiap galaksi berukuran 21 panjang gelombang dan ini sudah diterima oleh para ilmuwan sejak 1990an.
Semua energi di alam semesta dihasilkan selama terjadinya Big Bang, proses yang berlangsung selama 3 miliar tahun yang menghasilkan formasi bintang dan beragam galaksi. Tetapi setelah masa itu, prosesnya kian melambat. Alam semesta sendiri diperkirakan kini sudah berusia 13,8 miliar tahun.
"Sebagian besar energi itu tercipta akibat Big Bang, tetapi ada juga energi tambahan yang secara konstan dilepaskan oleh bintang-bintang saat elemen seperti hidrogen dan helium bersatu," jelas Driver.
"Energi yang baru dilepaskan itu itu diserap oleh debu antariksa atau melesat di antara ruang antargalaksi dan menghantam benda langit lainnya seperti bintang, planet, dan juga lensa-lensa teleskop," imbuh dia.
Pancaran energi inilah yang kemudian diukur untuk menunjukkan bahwa alam semesta perlahan-lahan berhenti bertumbuh, jelas Sarah Sweet seorang pakar astronom dari Research School of Astronomy and Astrophysics, ANU, Australia. Sarah tak terlibat dalam riset itu.
"Tim peneliti ini menemukan bahwa total energi yang dihasilkan oleh alam semesta kini 1,5 kali lebih sedikit ketimbang dua miliar tahun lagi," jelas Sweet.
"Kita tahu bahwa sebagian besar energi ini berasal dari bintang dan debu antariksa, jadi temuan mereka mengindikasikan bahwa jumlah bintang baru di alam semesta semakin sedikit dan kini semakin banyak bintang tua yang sekarat dibandingkan pada masa lalu," imbuh dia.
"Jika bintang-bintang ini diumpamakan sebagai sel-sel tubuh manusia, maka kondisi saat ini menunjukkan bahwa kemampuan regenerasi sel alam semesta sudah tak berfungsi. Jadi alam semesta sedang sekarat," ia membandingkan.
Meski demikian para ilmuwan itu menegaskan bahwa alam semesta yang kita kenal akan benar-benar mati dan lenyap dalam hitungan triliunan tahun. Saat itu, jelas mereka, alam semesta akan semakin dingin, gelap, dan jarak antara satu objek dengan objek lain akan semakin jatuh karena alam semesta terus meluas.
"Setelah triliunan tahun kita hanya akan bisa melihat galaksi kita sendiri, karena galaksi lain sudah terlalu jauh," kata Aaron Robotham, salah satu peneliti dalam riset itu.
"Semua benda yang kita kenal akan menghilang, lubang hitam-lubang hitam akan menguap, dan yang tertinggal hanya sebuah tempat yang hening nan kosong," tutup Robotham. (Phys.org/CNET)
Berita Menarik Lainnya:
Dua Siswa MOS Masuk Rumah Sakit, Diduga Ditendang Seniornya
Ini Alasan Kenapa Alphabet Dipakai Sebagai Induk Baru Google
Kamu Pasti Setuju Cewek Sering Beranggapan Kalo 8 Hal Ini Selalu Bisa Cowok Lakukan
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Game Ragnarok Origin Classic Resmi Rilis ke iOS, Android, dan PC
-
5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
-
4 HP RAM 12 GB Termurah di Bawah Rp3 Juta Akhir Maret 2026, Juara Gaming dan Multitasking!
-
5 Rekomendasi Tablet Termurah di 2026 untuk Multitasking, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Smartwatch Murah Terbaik Rp200 Ribuan, Bisa Cek WA dan Pantau Kesehatan
-
36 Kode Redeem FF 29 Maret 2026, Trik Murah SG2 Lumut dan Bocoran Evo Bundle April
-
30 Kode Redeem FC Mobile 29 Maret 2026: Sambut TOTS April, Klaim Pemain Bintang Gratis
-
Terpopuler: Baru 2 Platform Patuhi PP Tunas, Pilihan HP Android yang Terbukti Awet
-
Bocoran iPhone 18 Terbaru: Semua Model Dapat Dynamic Island Lebih Kecil, Ini Detailnya
-
Teaser Honor 600 Series Beredar: Desain Mirip iPhone, Pakai Chip Snapdragon