BigDog, Cheetah, dan Atlas
BigDog, Cheetah, dan Atlas adalah tiga produk robot buatan Boston Dynamics, perusahaan riset peralatan militer yang diakuisisi Google pada bulan Desember 2013 silam. BigDog adalah robot keledai yang dirancang sebagai pengangkut barang bawaan tentara untuk melewati medan sulit yang tidak mungkin dilewati kendaraan beroda.
Mirip dengan BigDog, Cheetah adalah robot berkaki empat. Hanya saja, robot yang meminjam nama hewan ini, bisa berlari dengan kecepatan 45 kilometer per jam.
Sementara itu, Atlas, adalah robot humanoid yang bisa bergerak bak manusia sungguhan. Selain dapat melenggang dengan bebas di medan yang sulit, Atlas mampu pula mengangkat beban. Atlas memang dirancang sedemikian rupa untuk melakukan pekerjaan search and rescue (SAR).
Selanjutnya: Google melawan penuaan
Bioteknologi
Google kian membingungkan para pelaku teknologi dan dunia usaha ketika mendirikan California Life Company (Calico), perusahaan yang bergerak dalam bidang riset dan pengembangan bioteknologi.
Salah satu target besar yang sedang dikejar Calico adalah untuk menciptakan cara melawan penuaan dan penyakit-penyakit terkait usia. Calico berada di bawah Google X, divisi rahasia Alphabet yang didedikasikan untuk membuat kemajuan dalam bidang teknologi.
Beberapa produk lain dari Google X adalah kacamata cerdas Google Glass dan proyek balon internet Project Loon.
Selanjutnya: Google melihat Anda dari atas
Drone
Google sempat membuat kejutan ketika memutuskan untuk membeli Titan Aerospace, sebuah perusahaan pembuat drone asal Albuquerque, Amerika Serikat pada bulan April 2014.
Drone yang dibuat Titan bukan drone biasa. Pesawat nirawak buatan mereka mampu terbang hingga ketinggian 20 kilometer.
Teknologi intai setara satelit yang dipunya drone tersebut dapat dipakai untuk memantau cuaca, kebakaran hutan maupun memotret. Namun, Google sepertinya memanfaatkan teknologi tersebut untuk memperkuat layanan Google Maps, juga Project Loon, proyek pengadaan internet di daerah terpencil yang ketika itu sedang digarap Google.
Selanjutnya: Menyetir tanpa tangan
Mobil nirawak
Driverless car atau mobil nirawak adalah salah satu produk dari divisi Google X. Mobil nirawak dilengkapi dengan sensor dan perangkat lunak yang mampu mendeteksi kendaraan lain, orang, maupun hal lain di jalan sehingga bisa berjalan dan melakukan navigasi mandiri tanpa kendali sopir.
Mereka yang naik kendaraan bertenaga listrik ini tidak memerlukan kemudi. Tinggal duduk manis, dan mobil ini akan mengantar Anda sampai tujuan.
Selanjutnya: Bukan sembarang layang-layang
Layang-layang energi
Energi bersih atau clean energy juga menarik perhatian Google. Pada tahun 2013, Google membeli Makani Power, sebuah perusahaan yang menciptakan turbin pembangkit listrik tenaga angin bernama energy kite atau layang-layang energi.
Energi kite dapat menghasilkan listrik 50 persen lebih banyak dibandingkan kebanyakan turbin tenaga angin. Tak cuma itu, layang-layang energi juga mengurangi dana penyediaan material logam hingga 90 persen serta dapat dipakai di lokasi di mana turbin konvensional tak bisa bekerja dengan baik.
BACA JUGA:
Ini Dia Daftar Hotel Angker di Dunia
Risty Tagor Hapus Foto Suami di Instagram, Stuart Sebaliknya
10 Perempuan Pembunuh Berantai Sepanjang Sejarah Manusia
Tag
Berita Terkait
-
Made by Google 2026 Akan Digelar Bulan Agustus, Pixel 11 Series Siap Debut?
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Hakim Sebut Pengadaan Chromebook Nadiem Demi Keuntungan Google
-
Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports
-
Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS
-
5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
-
ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif
-
HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
-
Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat
-
Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?
-
Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus
-
Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa