Suara.com - Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Jawa Timur, menciptakan sepeda kayuh khusus "Electric Eco Bike" yang berfungsi untuk mengisi ulang (charge) baterai telepon seluler.
"E2-Bike adalah pengisi ulang baterai yang ramah lingkungan karena daya listrik didapat dengan bantuan sepeda sehingga mengurangi konsumsi listrik," kata ketua tim mahasiswa ITS Dennys Al Fath di komplesk kampus ITS , Sabtu (3/10/2015).
Didampingi empat rekannya, ia mengatakan karya yang diikutsertakan Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) pada Pimnas ke-28 di Kendari pada 5-9 Oktober itu membuat tegangan dan arus yang diterima HP akan lebih stabil dan sesuai dengan spesifikasinya.
PKM berjudul "Generator Listrik Tenaga Rotasi Magnet Pada Electric Eco Bike Untuk Charge Handphone" itu dilatarbelakangi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat di Indonesia.
"Utamanya dalam rumah tangga, konsumsi listrik terbesar adalah proses pengisian baterai handphone," katanya.
Penjelasan Dennys itu merujuk data Badan Pusat Statistik 2015 bahwa jumlah penggunaan handphone di Indonesia pada tahun 2014 mencapai 308,2 juta unit. Jumlah tersebut melebihi jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2014 sebesar 255,5 juta jiwa.
"Tentunya, data BPS itu memberikan bukti yang cukup kuat jika dikonversikan dalam penggunaan daya listrik dalam charging handphone," kata mahasiswa Teknik Fisika ITS itu.
Oleh karena itu, Dennys bersama I Made Agus Adi Wirawan, Ivan Taufik Akbar Pradhana, Naufal Nugrahandhita, dan Ni Putu Rika Puspita pun memutuskan untuk menginovasikan sebuah alat yang lebih sesuai dengan mobilitas masyarakat Indonesia yang tinggi.
Akhirnya, mereka merancang sebuah sepeda yang dapat menghasilkan energi listrik yang bernama Electric Eco Bike (E2-Bike).
"E2-Bike bukan menggunakan sumber listrik dari PLN, melainkan memanfaatkan Gaya Gerak Listrik (GGL) induksi magnet dan alternator sebagai pembangkit energi listrik," katanya.
GGL induksi sendiri, katanya, dihasilkan oleh magnet permanen Neodymium yang dipasang pada velg roda belakang, sehingga menginduksi kumparan kawat yang dililitkan pada besi U. Setelah mendapatkan energi listrik dari alternator dan GGL induktor, maka energi listrik akan menuju ke sistem charging.
"Sistem charging ini berfungsi sebagai penyeimbang dan penyumbang tegangan dan daya. Sistem ini akan mengirimkan sinyal kepada voltage sensor sebagai safety system ketika tegangan pada storage telah penuh," katanya.
Cara kerjanya, sepeda E2-Bike bukan dengan dinamo, tapi E2-Bike menggunakan motor Brushless Direct Current (BLDC). Dinamo itu dipandang terlalu berat, kalau BLDC juga berfungsi untuk mempercepat putaran gear. Lebih hebatnya, BLDC juga dapat digunakan menggerakkan sepeda tanpa perlu mengayuh.
"E2-Bike juga punya sistem monitoring pada super kapasitor untuk mengetahui dan mengontrol besar daya yang dikeluarkan untuk charging system," imbuh Dennys.
Ia menyatakan sistem monitoring juga memberikan informasi saat handphone telah terisi penuh. Selanjutnya juga controller yang akan menghentikan proses charging sehingga tegangan yang masuk ke storage system tidak berlebih.
"Gagasan serupa memang telah ada, namun E2-Bike memiliki spesifikasi yang lebih baik, karena E2-Bike hanya membutuhkan waktu 2,5 jam untuk melakukan proses charging, sedang alat sebelumnya 7,5 jam. Kecepatan pun lebih unggul 10 kilometer per jam lebih cepat dibanding alat serupa," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 14 Mei 2026: Sikat Hadiah 200 Shard Sebelum Reset Server
-
31 Kode Redeem FF Terbaru 14 Mei 2026: Panen Token Gintama dan Skin Angelic
-
5 Cara Menghapus Cache di iPhone agar Ruang Penyimpanan Lebih Lega
-
Nadiem Divonis Berapa Tahun? Begini Kronologi Sederhana Kasus Viral Chromebook
-
XLSMART Catat Pendapatan Tembus Rp11,84 Triliun di Awal 2026, Berkat Integrasi dan Ekspansi 5G
-
TWS Gaming Nubia GT Buds Debut: Desain Futuristik, Baterai Diklaim Tahan 40 Jam
-
Tantang POCO X8 Pro Max dan Xiaomi 17T Series, iQOO 15T Pamer Fitur Ray Tracing
-
15 HP Android Terbaru 2026 dari yang Termurah hingga Flagship, Mana Pilihanmu?
-
iQOO Neo 12 Diprediksi Bawa Chip Terkencang Qualcomm, Harga Bakal Lebih Mahal?
-
Daftar HP Samsung yang Kebagian One UI 9 Berbasis Android 17, Cek Galaxy Kamu Masuk atau Tidak