Suara.com - Aplikasi pemesanan hotel kelas menengah ke bawah berbasis di Malaysia, Nida Rooms, kini hadir di Indonesia menyusul potensi pariwisata yang berkembang pesat di Tanah Air.
Co-Founder dan CEO Nida Rooms Kaneswaran Avili dalam peluncuran di Jakarta, Rabu, mengatakan Indonesia merupakan negara kedua diluncurkannya aplikasi seluler tersebut setelah Malaysia.
"Kami sasar Indonesia sebagai pasar yang berkembang di Asia Tenggara, ini merupakan proyek yang kami mulai sekitar tiga bulan lalu," kata Kaneswaran Avili.
Aplikasi yang segera diluncurkan akhir 2015 di Thailand, Filipina, Singapura dan awal 2016 di Vietnam itu dibuat berdasarkan pengalaman pribadi Kaneswaran yang kerap kesulitan mencari hotel atau penginapan yang nyaman, strategis dan dengan harga terjangkau di kawasan Asia Tenggara.
"Maka kami yakin aplikasi ini bisa mengatasi masalah pelancong untuk menemukan hotel yang nyaman, di lokasi tepat serta harga yang terjangkau secara instan," ujarnya.
Beroperasi di bawah perusahaan Global Rooms Limited yang didirikan Kaneswaran dan konglomerat asal Ceko Dennis Melka, operasional layanan operator hotel virtual itu di Indonesia menghabiskan investasi sekitar Rp100 miliar untuk 18 bulan ke depan.
Aplikasi yang diklaim sebagai operator hotel virtual (virtual hotel operator/VHO) pertama di dunia itu sudah bisa diunduh oleh pengguna ponsel lintar berbasis Android. Sementara untuk ponsel pintar berbasis iOS baru dapat mengunduhnya dua pekan setelah peluncuran.
300 rekanan Dengan menggandeng 300 rekanan hotel bintang tiga ke bawah di Indonesia saat ini, atau sekitar 1.500 kamar, pengembang bisnis itu akan memperluas jaringan hingga ke seluruh kota di Tanah Air pada akhir 2016.
Ada pun saat ini, layanan aplikasi seluler tersebut baru mencakup lima kota yakni Jakarta (termasuk Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), Bandung, Surabaya, Medan dan Bali serta beberapa kawasan di Kalimantan dan Sulawesi.
Country Director PT Global Rooms Indonesia, Anna E Dartania mengatakan inisiatif memasarkan hotel bintang tiga ke bawah dilakukan lantaran hotel-hotel kelas menengah ke bawah belum banyak terjamah wisatawan di sejumlah lokasi wisata.
Ditambah lagi, dengan banyaknya destinasi baru yang bermunculan, perlu didorong dengan pilihan akomodasi yang mumpuni.
"Maka kami hadir untuk mendorong pengelola hotel bekerja sama dengan kami agar bisa lebih mudah dicari, ini otomatis juga akan mendorong mereka agar bisa bersaing," katanya.
Target hotel kelas menengah ke bawah juga dipilih lantaran tingkat okupansi mereka yang maksimal hanya mencapai 60 persen.
Menurut Anna, rata-rata hotel yang terletak di lokasi strategis itu tidak memiliki dana pemasaran yang cukup sehingga sulit bersaing.
Selain melakukan pendekatan kepada pengelola hotel yang sekiranya membutuhkan bantuan pemasaran, pihaknya, juga bersedia menerima permintaan rekanan dari pengelola hotel untuk dipasarkan di aplikasi tersebut.
Anna memastikan, aplikasi berbasis online itu berbeda dengan "online travel agent" (OTA) berbasis aplikasi seluler yang sudah ada.
Pihaknya juga berencana untuk menggandeng OTA yang dinilai belum banyak menggandeng hotel atau penginapan kelas menengah ke bawah.
"Kami berbeda karena konsepnya ke hotel ekonomis dan menengah. Konsep ini yang pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Dengan ekspansi di negara lain di Asia Tenggara, pelanggan bisa memesan hotel yang ada di negara lainnya juga," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Tim Cook Bongkar Alasan Kenaikan Harga iPhone, Produk Ini Paling Berdampak
-
Terpopuler: HP Chipset Apa yang Bagus? Ini 3 Pilihan Samsung Rp2 Jutaan
-
Lenovo ThinkPad Disebut Siap Hadapi Kondisi Ekstrem, Apa Rahasianya?
-
3 Pilihan HP Samsung Rp2 Jutaan dengan RAM dan Kamera Terbaik
-
Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026
-
6 HP Mulai Rp1 Jutaan dengan Kamera Ultrawide Jernih, Hasil Foto Luas dan Tajam
-
Galaxy S26 Ultra Jadi Andalan Bernadya, Ini Rahasia Mengabadikan Momen Kreatif Tanpa Takut Terlewat
-
6 Tips Memilih HP Rp1 Jutaan Terbaik agar Tak Salah Beli di 2026
-
Lenovo Bawa Solusi AI End-to-End ke Indonesia, Siap Percepat Transformasi Digital Perusahaan
-
5 HP dengan Baterai 6000 mAh Cuma Rp1 Jutaan, Awet Seharian Tanpa Khawatir Lowbat