- BEI himpun Rp18,11 triliun dari 26 IPO 2025; 8 emiten catat rapor merah.
- Saham BRRC jadi yang terburuk dengan penurunan harga hingga 58,40%.
- Sektor konsumer dan pelayaran mendominasi daftar saham paling boncos tahun ini.
Suara.com - Panggung Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2025 memang cukup semarak dengan kehadiran 26 emiten baru. Hajatan besar ini berhasil menghimpun dana publik yang fantastis, mencapai Rp18,11 triliun. Namun, di balik gegap gempita tersebut, tidak semua saham mampu memberikan senyum bagi para investornya.
Meski mayoritas pendatang baru (17 saham) mencatatkan penguatan harga, data menunjukkan terdapat 8 saham yang kinerjanya jeblok dan harus "parkir" jauh di bawah harga penawarannya perdana alias IPO.
Posisi puncak saham paling boncos atau yang mengalami penurunan terdalam ditempati oleh PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC). Saham yang memulai debutnya di harga Rp210 ini kini terpangkas signifikan hingga 58,40%, menyentuh level Rp109.
Tak hanya BRRC, tekanan jual yang masif juga menghantam emiten kesehatan PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH). Emiten ini mencatatkan penurunan sebesar 54,49%, menjadikannya salah satu saham yang paling menguras kantong investor tahun ini.
Berikut delapan saham IPO yang mengalami penurunan sejak IPO berdasarkan data pasar hingga Selasa (30/12/2025):
1. PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) turun 58,40%
2. PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) turun 33,96%
3. PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX) turun 27,43%
4. PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) turun 54,49%%
5. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) turun 32,64%
6. PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) turun 39,63%
7. PT Hero Global Investment Tbk (HGII) turun 28,77%
8. PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJBH) turun 39,81%
Penurunan tajam pada saham-saham tersebut menjadi pengingat keras bagi para investor ritel bahwa status "saham baru" tidak menjamin keuntungan instan. Para analis pasar modal menilai fluktuasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari penetapan harga (valuation) yang dianggap terlalu mahal saat IPO, hingga realisasi kinerja keuangan yang belum mampu memenuhi ekspektasi pasar.
BEI terus menekankan agar perusahaan yang telah melantai tidak hanya fokus pada pencapaian IPO, tetapi juga menjaga tata kelola dan keberlangsungan usaha. Bagi investor, fenomena "boncos" ini menegaskan pentingnya analisis mendalam terhadap prospek emiten sebelum memutuskan untuk "berburu" saham perdana.
Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun: IHSG Meroket 22% Sepanjang 2025, Pasar Menanti Prabowo di Pembukaan BEI 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998
-
Buntut Penembakan Pesawat Smart Air, Kemenhub Tutup Penerbangan di 11 Bandara Papua
-
Wapres Gibran Instruksikan Tol Semarang Demak Seksi I Rampung Pertengahan 2027
-
Ribut Utang Whoosh Rp120 Triliun Dibayar APBN, Bos Danantara: Saya Juga Bingung!
-
Perusahaan Jepang hingga Prancis Lolos Seleksi Tender Proyek Waste to Energy
-
PHR Raih Minyak Mentah 1.274 BOPD dari Uji Coba Sumur Libo
-
Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan