Drone kepolisian Jepang (kiri), yang dipersenjatai jala, menangkap drone liar di udara (YouTube/Jiji Press).
Kepolisian Kota Tokyo, memperkenalkan sebuah satuan elit yang berupa armada pesawat nirawak alias drone, yang dirancang untuk mengejar dan menangkap drone-drone mencurigakan di atas lokasi-lokasi sensitif di ibu kota Jepang itu.
Satuan polisi antihuru-hara akan mengendalikan drone pencegat yang dibekali dengan kamera dan bertugas untuk mengejar drone-drone yang diduga memata-matai gedung-gedung pemerintah serta kediaman pejabat penting di Tokyo. Selain kamera, drone-drone polisi Jepang itu dipersenjatai dengan jala, yang berfungsi untuk menangkap drone-drone liar di kota tersebut.
Pembentukan armada drone ini dirasa perlu setelah sebuah drone yang memiliki kandungan radioaktif mendarat di atap kediaman resmi Perdana Menteri Shinzo Abe pada April lalu. Belakangan polisi mengatakan bahwa kadar radioaktif pada drone itu hanya 1 microsievert sinar gamma per jam, kadar yang belum membahayakan manusia.
"Situasi ini mengkhawatirkan pemerintah Jepang, kantor perdana menteri, dan kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan, termasuk penyelidikan yang rinci oleh kepolisian," kata Yoshide Suga, sekretaris kabinet Jepang, ketika itu.
Armada kepolisian diperkuat oleh drone berdiameter satu meter, sementara jala yang digunakan berukuran 2x3 meter. Armada drone itu akan mulai dioperasikan akhir Desember dan akan ditambah lagi pada Februari tahun depan.
Di Jepang drone dilarang untuk terbang di atas lokasi-lokasi sensitif seperti bandar udara, jalanan, dan dilarang terbang di atas ketinggian 150 meter. (The Telegraph)
Satuan polisi antihuru-hara akan mengendalikan drone pencegat yang dibekali dengan kamera dan bertugas untuk mengejar drone-drone yang diduga memata-matai gedung-gedung pemerintah serta kediaman pejabat penting di Tokyo. Selain kamera, drone-drone polisi Jepang itu dipersenjatai dengan jala, yang berfungsi untuk menangkap drone-drone liar di kota tersebut.
Pembentukan armada drone ini dirasa perlu setelah sebuah drone yang memiliki kandungan radioaktif mendarat di atap kediaman resmi Perdana Menteri Shinzo Abe pada April lalu. Belakangan polisi mengatakan bahwa kadar radioaktif pada drone itu hanya 1 microsievert sinar gamma per jam, kadar yang belum membahayakan manusia.
"Situasi ini mengkhawatirkan pemerintah Jepang, kantor perdana menteri, dan kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan, termasuk penyelidikan yang rinci oleh kepolisian," kata Yoshide Suga, sekretaris kabinet Jepang, ketika itu.
Armada kepolisian diperkuat oleh drone berdiameter satu meter, sementara jala yang digunakan berukuran 2x3 meter. Armada drone itu akan mulai dioperasikan akhir Desember dan akan ditambah lagi pada Februari tahun depan.
Di Jepang drone dilarang untuk terbang di atas lokasi-lokasi sensitif seperti bandar udara, jalanan, dan dilarang terbang di atas ketinggian 150 meter. (The Telegraph)
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya
-
Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta
-
4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir
-
Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya
-
Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus
-
Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI