Suara.com - Twiter Inc telah mengubah syarat dan ketentuan bagi para pengguna media sosialnya. Dalam aturan baru itu Twitter menegaskan bisa menghapus akun milik pengguna yang menyebarkan ujaran kebencian dan mendorong kekerasan terhadap kelompok tertentu.
Perubahan yang diumumkan Selasa (29/12/2015) itu, dinilai sebagai jawaban atas kritik yang mengatakan bahwa Twitter tak serius mengatasi propaganda dan rekrutmen kelompok teroris ISIS di media sosial tersebut.
"Seperti biasa, kami mendukung beragam opini dan kepercayaan. Tetapi kami akan terus menindak akun-akun yang melewati batas," tulis Megan Cristina, salah satu direktur Twitter dalam blog resmi.
"Anda tidak boleh mempromosikan kekerasan atau menyerang orang lain berdasarkan ras, etnis, kebangsaan, orientasi seksual, gender, identitas gender, agama, usia, kecacatan, atau penyakit mereka," isi peraturan baru Twitter itu.
Sebelumnya Twitter hanya menggunakan istilah umum, yang melarang pengguna untuk mengancam atau mendukung kekerasan terhadap orang lain.
Twitter sendiri adalah salah satu media sosial yang digunakan kelompok teroris, terutama ISIS, untuk menyebarkan propaganda dan mencari anggota baru.
Berdasarkan riset JM Berger, salah satu penyusun laporan tentang aktivitas ISIS di media sosial dari Brookings Institute, terdapat setidaknya 46.000 akun Twitter milik anggota ISIS pada September sampai Desember 2014. (Reuters)
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
-
Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor