Suara.com - Sebuah robot berhasil kabur dari sebuah laboratorium sains dan menyebabkan kemacetan lalu-lintas di sebuah kota di Rusia, demikian diwartawakan BBC pada akhir pekan kemarin.
Robot itu sendiri berasal dari laboratorium Promobot di Perm, Rusia. Para ilmuwan di laboratorium itu sedang mengajari robot itu untuk bergerak secara independen.
Tetapi robot itu berhasil "melarikan diri" setelah seorang teknisi lupa menutup gerbang gedung laboratorium itu. Robot itu berhasil berjalan ke jalan raya. Ia berjalan sejauh 50 meter sebelum berhenti karena kehabisan baterai.
Video-video yang beredar di internet menunjukkan robot berwarna putih itu berdiri diam di tengah jalanan yang padat, sementara seorang petugas polisi mengawasinya dari tepi jalan.
Menurut laporan stasiun televisi Channel 5, robot itu berada bebas di jalanan selama 40 menit. Belakangan seorang teknisi dari laboratorium itu datang menghampiri robot itu dan membawanya pulang.
Meski Promobot mengatakan bahwa peristiwa itu tak disengaja, tetapi beberapa media lokal menduga aksi itu adalah sebuah kesengajaan. Peristiwa itu dinilai sebagai upaya laboratorium tersebut untuk mempromosikan ciptaan mereka.
Promobot sendiri mengaku bahwa robot itu bisa berinteraksi dengan manusia, bisa menjawab pertanyaan dan menunjukkan arah.
Berita Terkait
-
Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia
-
China Bikin Senjata AI untuk Serangan Udara Skala Besar
-
Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka
-
Bukan Cuma Minyak, Pusat Data AI Jadi Sasaran Empuk Rudal Perang AS - Iran
-
Mengapa Koruptor Pindah ke Emas? Saatnya AI Mengendus Brankas Tersembunyi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan