Nusron Wahid Saat Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar: Tanya Pak Bahlil

Senin, 21 September 2026 | 14:46 WIB
Politisi Golkar sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya
BACA 10 DETIK
  • Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mundur dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak 2025 lalu.
  • Nusron meminta awak media mengonfirmasi langsung alasan pengunduran dirinya kepada Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
  • Sekjen Golkar M. Sarmuji memastikan Nusron kini hanya berstatus sebagai kader biasa partai.

Suara.com - Politisi Partai Golkar sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memilih tidak membeberkan alasan pasti di balik keputusannya mundur dari struktur kepengurusan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Saat ditemui usai rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026), Nusron Wahid mengarahkan agar pertanyaan mengenai alasan kemundurannya dikonfirmasi langsung kepada Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Nusron menegaskan bahwa pembicaraan terkait langkah tersebut sudah berlangsung sejak 2025.

“Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum. Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama,” kata dia.

Nusron enggan memberikan jawaban saat ditanya lebih lanjut terkait alasan spesifik pengunduran dirinya dari kepengurusan Partai Golkar.

Ia juga tidak merespons pertanyaan mengenai fokus aktivitas atau agenda kerja yang akan dilakukannya ke depan usai tak lagi berada di jajaran pengurus.

Informasi mengenai mundurnya Nusron sebelumnya diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar M. Sarmuji.

Menurut Sarmuji, pengajuan pengunduran diri tersebut telah disampaikan langsung oleh Nusron kepada Bahlil Lahadalia.

"Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu,” ujar Sarmuji saat dihubungi, Sabtu (19/9/2026).

Sebelum mengundurkan diri, Nusron tercatat menempati posisi sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar.

Sarmuji memastikan bahwa saat ini Nusron tetap berstatus sebagai anggota atau kader biasa di tubuh partai.

Sarmuji menyatakan dirinya tidak mengetahui alasan pasti perihal keputusan Nusron melepas jabatannya di internal pengurus partai.

“Mungkin ingin fokus ke hal lain,” ucapnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com