Blunder 'Tengil' Ed Sheeran Coret Macklemore, Akhirnya Minta Maaf

Senin, 21 September 2026 | 14:45 WIB
Konser Ed Sheeran di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (2/3/2024) [Suara.com/Rena Pangesti]
BACA 10 DETIK
  • Ed Sheeran meminta maaf atas kekeliruan terkait dampak pemecatan Macklemore dari rangkaian turnya.

  • Harga tiket tur Ed Sheeran anjlok hingga 32 dolar AS akibat gelombang pengunduran diri artis pembuka.

  • Ed Sheeran menegaskan sikap kemanusiaannya terkait krisis Gaza dan Israel tanpa bermaksud memecah belah penonton.

Suara.com - Ed Sheeran secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemarnya akibat serangkaian kekeliruan saat membuka pertunjukan perdana di Philadelphia. Penyanyi asal Inggris ini terpaksa angkat bicara setelah keputusan promotor mendepak rapper Macklemore memicu gelombang pengunduran diri seluruh musisi pembuka turnya.

Langkah sepihak promotor tersebut langsung berdampak buruk pada penjualan tiket dan penurunan minat penonton di sisa jadwal Loop Tour wilayah Amerika Serikat. Bahkan, harga tiket di beberapa platform merosot tajam hingga menyentuh angka 32 dolar AS atau sekitar Rp480 ribu.

“Saya tidak pernah ingin menjadi seorang aktivis musisi, namun hal ini menempatkan saya di tengah-tengah argumen yang penting dan penuh semangat tentang kebebasan berpendapat dan isu politik paling kompleks di planet ini,” ujar Sheeran saat mengawali penampilan di panggung.

Ed Sheeran (popbase.com)

Ia menegaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore murni kebijakan pihak promotor, bukan atas kehendak pribadinya. Ia pun menyadari bahwa kecaman publik kali ini menyasar hal yang jauh lebih krusial dibandingkan sekadar karya musiknya.

“Minggu ini, kritiknya adalah tentang sesuatu yang jauh lebih penting, dan saya harus mengambil dan membuat keputusan sulit – dan saya membuat kesalahan – dan saya sangat, sangat menyesal,” tuturnya di hadapan ribuan penonton.

Penyanyi ini mencoba menyiarkan propaganda publik mengenai keberpihakannya dalam konflik geopolitik yang tengah memanas. Ia menegaskan tidak ingin menjadikan panggung musiknya sebagai arena perpecahan atau komedi politik.

“Dalam karir saya, saya telah mencoba untuk tidak menjadi komentator politik apa pun, karena saya ingin musik dan pertunjukan saya tentang persatuan, bukan perpecahan,” kata Sheeran menegaskan, dikutip dari BBC, Senin (21/9/2026).

“Tetapi ini adalah masalah kemanusiaan, dan saya tidak bisa menyembunyikan perasaan saya lagi mengenai hal ini.”

Ia menggambarkan peristiwa serangan 7 Oktober 2023 di Israel sebagai hal yang mengerikan dan mengutuk penderitaan warga sipil di Gaza sebagai situasi yang tidak dapat dibenarkan. Sheeran mengaku sangat terpukul melihat kehancuran masif serta jatuhnya korban jiwa dari kalangan anak-anak.

“Hati saya hancur melihat besarnya kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil, nyawa anak-anak, dan ketidakadilan sistemik yang kita lihat di Tepi Barat ini tidak dapat diabaikan,” ungkapnya dengan nada emosional.

Sheeran mengaku sempat ragu untuk melanjutkan rangkaian tur dunianya dan mempertanyakan keberlangsungannya sebagai seorang seniman. Namun, komitmen terhadap para penggemar membuatnya memilih untuk tetap naik ke atas panggung.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran mendalam apabila pengelola lokasi acara mulai memberlakukan sistem seleksi ketat atau persetujuan awal terhadap materi yang dibawakan musisi. Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan riuh dari para penonton yang hadir.

“I don’t tell me,” akunya jujur seraya berkomitmen untuk terus belajar dan mencari cara menyalurkan bantuan nyata bagi para korban konflik.

Suasana di luar area konser sempat diwarnai aksi demonstrasi dari sekelompok massa yang membawa bendera Palestina. Salah satu demonstran bernama Cooper menekankan pentingnya tokoh masyarakat menggunakan pengaruh mereka untuk menyuarakan keadilan.

“Kita membutuhkan lebih banyak orang seperti Macklemore dan seniman lain yang memiliki suara, yang memiliki platform publik, untuk dapat berbicara atas nama rakyat Palestina dan perjuangan pembebasan mereka, khususnya di Amerika Serikat,” tegas Cooper.

Meski ada aksi protes, pertunjukan tetap berlangsung aman hingga selesai. Penonton yang ditemui usai acara menilai Sheeran berhasil menyampaikan pandangannya secara tulus tanpa memicu perpecahan antarpenonton.

Prahara ini bermula ketika panggung Loop Tour milik Ed Sheeran menjadi sorotan akibat tindakan promotor Messina Touring Group yang menghentikan keterlibatan Macklemore secara mendadak. Langkah tersebut diambil usai Macklemore melontarkan pernyataan pro-Palestina secara terbuka dalam sebuah acara, yang kemudian memicu aksi solidaritas dari musisi pendukung lainnya hingga memilih mundur dari rangkaian tur.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com