Suara.com - Selama lebih satu minggu ini, pengembang Pokemon Go, Niantic Labs memicu kemarahan para pemain. Niantic melakukan pembaruan yang menghapus "jejak langkah" dari layar pencarian terdekat. Hal tersebut menyebabkan pelacakan keberadaan monster-monster semakin sulit.
Selain itu, Niantic juga 'mematikan' aplikasi pelacakan semua pihak ketiga yang tidak menggunakan pembaruan tersebut. Sehingga mustahil berburu Pokemon tertentu dengan cara apapun.
Para pemain menjadi marah dan mereka menggunakan 'kurangnya' pelacakan untuk meminta kembali uang mereka atas pembelian Pokecoin di booth iOS dan Android. Kabarnya, perusahaan kewalahan atas permintaan pengembalian dana dari Pokemon Go.
Banyak pemain berpendapat jika langkah Niantic 'mematikan' aplikasi pelacakan pihak ketiga tersebut merupakan keputusan yang salah, sebelum mereka selesai memperbaiki aplikasi pelacakan yang resmi. Begitu juga sebuah komunitas video game yang mencemooh tindakan yang dilakukan Nianti tersebut.
Permainan yang sedang booming ini akan kesulitan jika tidak cepat-cepat menyelesaikan semua masalah yang ada. Sejak permainan tersebut hadir secara resmi di beberapa negara, tidak terlalu banyak masalah yang timbul. Sampai saat pembaruan dilakukan dan penutupan Pokevision, berbagai masalah mulai bermunculan. (Forbes)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Sudah Hapus Ribuan Foto tapi Memori WhatsApp Tetap Penuh? Ini 3 Cara Mengatasinya
-
Vivo X Fold 6 Global Kantongi Sertifikasi Ini, Sinyal Kuat Peluncuran Resmi Makin Dekat
-
DJI Osmo Pocket 4P Resmi Dirilis, Kamera Gimbal Saku 1 Inci dengan Dual Lens untuk Konten Sinematik
-
EZVIZ Pamer Ekosistem Smart Home AI, Smart Lock Face Recognition Jadi Sorotan
-
Riset Terbaru: Kecerdasan Buatan Jadi Inovasi Perkantoran Terpenting di Dunia
-
4 HP Samsung yang Ada Kamera 0,5 Terbaik 2026, Mulai Rp2 Jutaan
-
Daftar HP Samsung yang Bisa AirDrop ke iPhone, Tak Perlu Aplikasi Pihak Ketiga
-
Komdigi Ancam Blokir 22 Platform Digital, Ada Qatar Airways dalam Daftar
-
Ex Flagship, 3 Rekomendasi HP Oppo Spek Premium yang Masih Layak Beli di 2026
-
5 Fitur AI Galaxy A Series yang Memudahkan Aktivitas Harian