Suara.com - Selama lebih satu minggu ini, pengembang Pokemon Go, Niantic Labs memicu kemarahan para pemain. Niantic melakukan pembaruan yang menghapus "jejak langkah" dari layar pencarian terdekat. Hal tersebut menyebabkan pelacakan keberadaan monster-monster semakin sulit.
Selain itu, Niantic juga 'mematikan' aplikasi pelacakan semua pihak ketiga yang tidak menggunakan pembaruan tersebut. Sehingga mustahil berburu Pokemon tertentu dengan cara apapun.
Para pemain menjadi marah dan mereka menggunakan 'kurangnya' pelacakan untuk meminta kembali uang mereka atas pembelian Pokecoin di booth iOS dan Android. Kabarnya, perusahaan kewalahan atas permintaan pengembalian dana dari Pokemon Go.
Banyak pemain berpendapat jika langkah Niantic 'mematikan' aplikasi pelacakan pihak ketiga tersebut merupakan keputusan yang salah, sebelum mereka selesai memperbaiki aplikasi pelacakan yang resmi. Begitu juga sebuah komunitas video game yang mencemooh tindakan yang dilakukan Nianti tersebut.
Permainan yang sedang booming ini akan kesulitan jika tidak cepat-cepat menyelesaikan semua masalah yang ada. Sejak permainan tersebut hadir secara resmi di beberapa negara, tidak terlalu banyak masalah yang timbul. Sampai saat pembaruan dilakukan dan penutupan Pokevision, berbagai masalah mulai bermunculan. (Forbes)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda
-
Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK
-
Kerja HR Makin Efisien, Cari Kandidat Tepat Tak Lagi Ribet
-
Cerita Heroik Warga Hadang Massa, Cegah Halte Petamburan Dibakar
-
Sincerely, Estafet Karya Legenda Jepang Haruomi Hosono Setelah Note of Mothership di Album ke-23
-
Ajarkan Anak Soal Uang Sejak Dini, Mulai dari Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
-
Isu Hercules Muncul di Tengah Kericuhan 27 Agustus, Polda Metro: Masih Didalami