Tekno / Game
Kamis, 19 Februari 2026 | 15:06 WIB
Salah satu game populer, EA Sports FC 26. (Electronic Arts)
Baca 10 detik
  • Game EA Sports FC gunakan teknologi AI untuk bantu proses pengisian suara.
  • Komentator Guy Mowbray izinkan simulasi AI merekam ribuan nama pemain bola.
  • EA tegaskan AI hanyalah alat bantu kolaborasi, bukan pengganti talenta manusia.

Suara.com - EA Sports FC merupakan salah satu judul populer di mana game PC serta FC Mobile-nya telah diunduh lebih dari 500 juta kali.

Meski terdapat kontroversi, EA Sports FC ternyata menggunakan 'bantuan AI' dalam memberikan fitur komentator.

Intonasi berbeda, pengulangan suara, hingga dialog tertentu diolah memakai Artificial Intelligence (kecerdasan buatan).

Kabar tersebut datang dari pandit sepak bola sekaligus salah satu komentator EA Sports FC, Guy Mowbray.

EA Sports ternyata mendapatkan izin penuh dari Guy Mowbray untuk mereplikasi suaranya memakai AI. Ini adalah langkah besar dalam pemanfaatan AI di industri game.

Mowbray menjelaskan bahwa menjadi komentator untuk game sepak bola raksasa seperti EA Sports FC adalah pekerjaan maraton.

Pembaruan EA Sports FC Mobile 26 (ea.com)

Ia harus merekam nama lebih dari 20.000 pemain dengan berbagai intonasi yang berbeda—saat menerima umpan, menendang, hingga mencetak gol.

Proses ini menjadi "bagian dari rutinitas mingguan saya, hampir setiap minggu dari bulan November hingga awal Juli".

Untuk meringankan beban tugas yang sangat repetitif, Mowbray mengizinkan EA menggunakan simulasi AI dari suaranya untuk merekam sebagian nama pemain.

Baca Juga: 4 Game Baru Sega Siap Rilis hingga Maret 2027, Ini Bocorannya

Namun, EA menegaskan bahwa teknologi ini adalah alat bantu, bukan pengganti talenta manusia.

AI telah lama menjadi bagian dari alur pengembangan kami (mulai dari animasi hingga sistem permainan) dan terus mendukung tim kami dalam menciptakan pengalaman sepak bola yang lebih baik dan responsif. Namun, jika menyangkut komentar dan konten, itu selalu merupakan kolaborasi dengan talenta kami, bukan penggantian," ungkap EA dikutip dari BBC dan GamingIndustry.biz.

Mowbray sendiri memperkuat hal ini, menyatakan bahwa dialog-dialog kreatif yang membutuhkan gaya dan improvisasi khasnya tetap harus ia rekam sendiri.

Dialog seperti “oh, serangan yang menjanjikan, apa yang bisa mereka lakukan dari sini” membutuhkan sentuhan manusiawi yang belum bisa ditiru oleh AI.

Meskipun begitu, penggunaan AI untuk suara di industri game tetap menjadi topik perdebatan.

Sementara Mowbray berkolaborasi dengan EA, pengisi suara lain seperti Françoise Cadol (Lara Croft versi Prancis) dan tim pengisi suara Apex Legends di Prancis secara tegas menolak penggunaan suara mereka untuk melatih AI.

Ini menunjukkan adanya dua sisi pandangan terhadap inovasi yang berpotensi mengubah cara konten game diproduksi.

Load More