Suara.com - Microsoft pada pekan lalu membeli sebuah perusahaan rintisan (startup) yang didirikan oleh seorang remaja berusia 18 tahun. Beam, nama perusahaan itu, menyediakan layanan livestreaming interaktif bagi para pemain game.
Beam, yang bermarkas di Seattle, Amerika Serikat, didirkan oleh Matt Salsamendi yang masih berusia 18 tahun sekitar delapan bulan lalu. Perusahaan itu baru memiliki 24 pegawai.
Pembelian itu diyakini menunjukkan strategi Microsoft untuk memperkuat Xbox Live, salah satu wadah game sosial paling populer di dunia. Dalam blog resminya, Microsoft mengaku tertarik pada kemampuan Beam untuk menggabungkan "bermain dan menonton". Kemampuan ini diyakini akan membuat Xbox Live kian sosial dan menyenangkan.
Adapun Microsoft dan Beam tak mengungkap harga dan detil pembelian itu.
Salsamendi sendiri mulai menarik perhatian ketika ia memperkenalkan Beam di kontes perusahaan rintisan TechCrunch Disrupt's pada Mei 2016 kemarin. Beam, kata Salsamendi ketika itu, mengisi kekurangan platform game tradisional yang "tak bisa memberikan ruang bagi para penonton untuk ikut berpartisipasi."
Menurut Salsamendi, Beam memberikan kekuasaan lebih pada penonton. Para penonton bisa ikut membantu para pemain, bahkan bisa mengganti senjata para pemain, mengendalikan lingkungan dalam game, dan memberi peringatan jika ada musuh yang akan menyergap. Semua intervensi itu dilakukan secara langsung, tanpa delay.
Dalam kontes itu Beam keluar sebagai pemenang. Salsamendi dan timnya mendapatkan hadiah sebesar 50.000 dolar AS atau sekitar Rp654 juta.
Tetapi keberhasilan Salsamendi tak datang dengan mudah. Ia adalah pekerja keras.
"Saya ingat betul malam-malam yang kami habiskan. Ratusan ribu kode yang kami susun. Jutaan jam streaming ketika masih di fase beta," tulis Salsamendi dalam blognya.
"Saya sudah tahu bahwa yang kami bangun adalah sesuatu yang unik dan menarik. Akuisisi itu datang di waktu yang tepat," terang pemuda itu kepada CNNMoney dalam korespondensi email, "Kami punya wadah yang luar biasa, komunitas besar, dan ini memang saatnya untuk bertumbuh."
Beam sendiri telah memiliki komunitas game yang terdiri dari 100.000 anggota.
Berita Terkait
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Cara Menghapus Halaman Kosong di Microsoft Word dengan Cepat dan Mudah
-
Startup Lokal Unjuk Gigi di Ekosistem Grab, Dorong Bisnis Lebih Ramah Lingkungan
-
Tata Kelola Jadi Kunci Kepercayaan di Ekosistem Venture Capital
-
Langkah Mudah Mengubah Margin di Microsoft Word: Jadikan Dokumen Lebih Rapi
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Apakah Stylus Pen Bisa untuk Semua Tablet? Cek 5 Rekomendasi Digital Pen Terbaik
-
Daftar Harga HP Vivo dan iQOO Terbaru Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Tablet Samsung Galaxy Tab A9 vs Redmi Pad SE, Mana Paling Worth It Buat Anak Sekolah?
-
7 HP 5G Rp3 Jutaan Pesaing Redmi Note 15 5G: Spek Gahar, Harga Bersahabat
-
52 Kode Redeem FF 5 Februari 2026: Cek Bocoran Bundle Valentine dan Evo Gun Scorpio
-
19 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 5 Februari 2026: Rebutan Dembele UTOTY yang OP Banget
-
Vivo X300 Ultra Bakal Bawa Sensor Sony LYT901 dan Baterai 7.000 mAh
-
File Epstein Guncang Dunia Game: Mantan Petinggi GTA dan Call of Duty Terseret
-
5 HP Murah Tanpa Iklan 'Pop-Up', Pemakaian Harian Tenang tanpa Gangguan
-
Teknologi Sinematik Membawa Pengalaman Walk-Through Virtual Pertama ke Indonesia