Suara.com - Sejumlah ilmuwan di Inggris mengklaim telah berhasil melakukan eksperimen untuk membuktikan bahwa manusia pada suatu saat bisa memproduksi keturunan tanpa sel telur perempuan atau tanpa perempuan sama sekali.
Eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Bath, Inggris itu berhasil memproduksi bayi-bayi tikus tanpa melalui prosedur normal, yang mewajibkan sperma membuahi sel telur.
Bayi-bayi tikus yang dilahirkan sehat, menjalani hidup normal, dan bahkan kemudian melahirkan anak-anak mereka sendiri.
Studi itu menunjukkan bahwa bukan cuma sel telur yang punya kemampuan untuk membentuk embrio, tetapi sel kulit dan sel-sel tubuh lainnya juga bisa membentuk embrio jika dipadukan dengan sperma.
"Studi kami menantang dogma usang yang dipegang teguh oleh para embriolog sejak sel telur pertama kali ditemukan sekitar 1827 yang mengatakan bahwa hanya sebuah sel telur dan sebuah sel sperma yang bisa menghasilkan keturunan pada mamalia," kata Tony Perry, embriolog yang memimpin riset tersebut.
Meski demikian, para peneliti mengatakan peluang keberhasilan dalam eksperimen itu adalah satu berbanding empat. Artinya dari empat percobaan, hanya satu yang berhasil. Hasil penelitian dari eksperimen Perry itu diterbitkan dalam jurnal Nature Communications edisi 13 September 2016.
"Yang kami lakukan adalah menunjukkan cara alternatif untuk membentuk embrio. Bayangkan Anda bisa menggunakan sel-sel kulit dan membuat embrio dari sel tersebut," imbuh Perry.
Dalam eksperimen itu sendiri para peneliti mengambil sel-sel telur tikus dan menggunakan senyawa kimia khusus untuk mengubahnya sehingga seolah-olah sudah dibuahi atau berubah menjadi embrio palsu.
Embrio-embrio palsu ini memiliki sifat yang sangat mirip dengan sel tubuh biasa, termasuk sel kulit manusia. Kemiripan yang paling menonjol adalah dalam cara mereka membagi dan mengendalikan DNA.
Selanjutnya, para peneliti menginjeksikan sperma ke dalam embrio-embrio palsu itu dan menemukan bahwa, alih-alih mati, sel-sel itu justru berkembang normal. Ketika sel-sel itu dipindahkan ke tikus betina, mereka bertumbuh menjadi anak tikus yang sehat.
Secara keseluruhan para peneliti berhasil memproduksi 30 ekor anak tikus dari eksperimen itu. Tak ada tanda-tanda ekspmerimen tersebut membahayakan kehidupan mereka.
Kini Perry, jelas Perry, timnya sedang mempelajari kemungkinan untuk menggantikan sel telur dengan sel-sel kulit.
"Apakah kami bisa melakukannya? Saya belum tahu. Tetapi menurut saya, jika itu bisa terwujud, maka pada satu hari orang akan menoleh ke belakang dan mengatakan kami yang telam merintis semua ini," ujar Perry.
Hasil riset Perry ini diharapkan bisa diterapkan pada manusia dan membantu mereka yang mengalami masalah kesuburan. (BBC/The Telegraph)
Berita Terkait
-
Soal Infertilitas: Sperma Kosong, Bayi Tabung hingga Mitos Gaya Hubungan Intim
-
Hukum Membekukan Sel Telur dalam Islam, Boleh atau Tidak? Begini Penjelasannya
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Paus Sperma Sepanjang 10 Meter Terdampar di Kolaka
-
Waspada! Pria Alami Sperma Kosong hingga Sulit Punya Buat Hati, Dokter Ungkap Sebabnya
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pascakebakaran, Desa Adat Sade Dikebut Pulih Jelang Peak Season MotoGP
-
Purbaya Mau Anggaran MBG Dipangkas Lagi Tahun Ini Setelah Efisiensi Jadi Rp 229 T
-
Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo
-
Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional
-
Bongkar Dalang Pembunuhan, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober
-
Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART
-
Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang
-
Belum Jadi Polisi Sipil, Watak Militer Bikin Polri Anggap Demo Ancaman Kekuasaan