Suara.com - Tidak memaksakan para penggunanya untuk bersosialisasi dengan bahasa Inggris adalah salah satu strategi Facebook. Media sosial ini memang tersedia dalam berbagai versi bahasa.
Terakhir, Facebook menambahkan versi bahasa Korsika. United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) mengkategorikan bahasa tersebut sebagai salah satu bahasa yang terancam punah.
Dengan tambahan bahasa ini, Facebook telah memiliki versi sembilan bahasa yang dianggap UNESCO berpotensi terhapus dari peradaban.
Bos Facebook, Mark Zuckerberg dan tim juga tengah menyiapkan sembilan bahasa langka lainnya. Dua diantaranya adalah Cherokee dan Yiddish.
"Ini bukanlah sebuah langkah bisnis yang berkaitan dengan pengembalian investasi (return of investment/ROI). Misi Facebook adalah untuk memungkinkan sebanyak mungkin orang berbagi, membuat dunia semakin terbuka dan terkoneksi. Bahasa adalah elemen vital dalam sebuah konektivitas," kata Director of Internationalization and Localization at Facebook Iris Orriss dilansir dari CNN Money, Jumat (30/9/2016).
Menurut Orriss, pembuatan versi bahasa-bahasa langka itu juga akan membuat generasi muda yang berada di negara atau suku terkait lebih mengapresiasi dan tertarik dengan bahasa ibu mereka.
"Dengan membawanya ke Facebook, bahasa-bahasa tersebut bisa terlihat lebih menyenangkan dan menarik," ujarnya.
Secara total, jumlah bahasa yang disediakan oleh Facebook sendiri kini telah berjumlah 101.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard
-
47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2
-
3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN