Tekno / Internet
Jum'at, 30 September 2016 | 11:39 WIB
Ilustrasi Facebook (Shutterstock).

Suara.com - Tidak memaksakan para penggunanya untuk bersosialisasi dengan bahasa Inggris adalah salah satu strategi Facebook. Media sosial ini memang tersedia dalam berbagai versi bahasa.

Terakhir, Facebook menambahkan versi bahasa Korsika. United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) mengkategorikan bahasa tersebut sebagai salah satu bahasa yang terancam punah.

Dengan tambahan bahasa ini, Facebook telah memiliki versi sembilan bahasa yang dianggap UNESCO berpotensi terhapus dari peradaban.

Bos Facebook, Mark Zuckerberg dan tim juga tengah menyiapkan sembilan bahasa langka lainnya. Dua diantaranya adalah Cherokee dan Yiddish.

"Ini bukanlah sebuah langkah bisnis yang berkaitan dengan pengembalian investasi (return of investment/ROI). Misi Facebook adalah untuk memungkinkan sebanyak mungkin orang berbagi, membuat dunia semakin terbuka dan terkoneksi. Bahasa adalah elemen vital dalam sebuah konektivitas," kata Director of Internationalization and Localization at Facebook Iris Orriss dilansir dari CNN Money, Jumat (30/9/2016).

Menurut Orriss, pembuatan versi bahasa-bahasa langka itu juga akan membuat generasi muda yang berada di negara atau suku terkait lebih mengapresiasi dan tertarik dengan bahasa ibu mereka.

"Dengan membawanya ke Facebook, bahasa-bahasa tersebut bisa terlihat lebih menyenangkan dan menarik," ujarnya.

Secara total, jumlah bahasa yang disediakan oleh Facebook sendiri kini telah berjumlah 101.

Load More