Suara.com - Samsung Electronics Co akan memberikan kotak antiapi dan sarung tangan pelindung bagi pelanggan yang ingin mengembalikan Galaxy Note 7, smartphone Samsung yang pekan ini dihentikan produksi karena disinyalir mudah terbakar dan meledak.
Perusahaan asal Korea Selatan itu pada Selasa (11/10/2016) secara permanen menghentikan produksi dan penjualan Galaxy Note 7 di seluruh dunia. Keputusan itu diambil karena beberapa pelanggan melaporkan bahwa ponsel itu mudah terbakar dan meledak.
Mulai dijual pada 19 Agustus, Galaxy Note 7 sebenarnya sudah direcall pada awal September karena mudah terbakar. Samsung kemudian memperbarui dan kembali menjual gadget itu pada akhir September. Sayangnya masalah yang sama kembali muncul.
Pengumuman tentang kotak antiapi dan sarung tangan pelindung itu disampaikan Samsung dalam website resminya. Perusahaan tak merinci kota jenis dan bahan pembuat kotak itu.
Tetapi kotak khusus itu diulas dalam sebuah video di YouTube yang diunggah XDA Developers, sebuah perusahan pembuat aplikasi-aplikasi Android. Menurut video tersebut kotak khusus Galaxy Note 7 tersebut ditempeli dengan tulisan "jangan dimuat oleh pesawat".
Bagian luar kotak dilapisi dengan kertas serat keramik. Di dalamnya ada dua kotak lebih dan di dalam kotak yang paling kecil ada sebuah kantong statis, tempat ponsel berbahaya itu disimpan.
Kotak-kotak khusus itu dikirimkan kepada para peritel Samsung di Korsel dan Amerika Serikat, tempat para pemilik ponsel menyerahkan Galaxy Note 7 mereka. (Reuters)
Berita Terkait
-
4 Rekomendasi HP Samsung RAM 12 GB Terbaik Agustus 2026, Performa Ngebut untuk Multitasking
-
Galaxy Z Fold8 Series Bukan Lagi Sekadar HP Lipat, Ini Alasan Cocok Jadi Perangkat Kerja di Era AI
-
3 Rekomendasi HP Samsung RAM 8 GB Murah Harga Mulai Rp2 Jutaan, Pilihan Menarik untuk Dipinang
-
Nggak Harus Baru, 5 HP Flagship Bekas Rp2-3 Jutaan yang Masih Worth It
-
5 HP Samsung Kamera Jernih dengan OIS Paling Murah per Agustus 2026, Cek Pilihannya
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub