Suara.com - Kemitraan strategis antara Emtek dengan BlackBerry sudah berjalan dua bulan. Kedua perusahaan kini tengah disibukkan oleh proses transisi dan dalam kondisi baik serta optimistis dengan perkembangan ke depan. Hal ini diungkapkan CEO KMK Online Adi Sariaatmadja.
Kerja sama yang dilakukan kedua perusahaan bernilai 207,7 juta dolar AS atau kisaran Rp2,7 triliun, untuk masa enam tahun.
"Dari perjanjian tersebut terkesan seolah-olah kemitraan akan berakhir setelah enam tahun. Itu tidak tepat," tegasnya alam keterangan resminya, Jumat (14/10/2016).
Dia mengungkapkan, Emtek dan BlackBerry telah menandatangani perjanjian kerja sama jangka panjang. Kedua perusahaan melihat kesempatan besar untuk menumbuhkan bisnis konsumen BBM, tidak hanya di Indonesia, namun juga secara global.
Emtek, menurutnya, sangat tertarik berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan yang diperlukan untuk menyajikan lebih banyak konten dan layanan untuk BBM, menjadikannya sebagai aplikasi paling berguna pada smartphone Anda.
"Patut dicatat, kami baru saja meluncurkan layanan top-up pulsa tanpa dikenakan biaya tambahan dan beberapa fitur layanan pembayaran melalui BBM Checkout, di samping menjalin kemitraan dengan NEOWIZ GAMES Corp. untuk menyediakan BBM Game Center terbaru," jelas Adi.
Untuk menunjukkan keseriusannya, KMK Online membentuk perusahaa baru sebagai anak usaha, unit konten digital milik Emtek, untuk mengoperasikan BBM.
"Kami telah mendirikan sebuah kantor di Toronto agar kami dapat bekerja sama secara intensif dengan BlackBerry. Kami juga memiliki tim di Waterloo, Mississauga, dan Otawa di Kanada, serta di Singapura, Jakarta, Uni Emirat Arab dan Afrika Selatan," ujarnya.
Tidak hanya itu, Adi juga mengklarifikasi soal kepemilikan BBM. Emtek telah memiliki lisensi untuk perangkat lunak BBM beserta hak milik intelektualnya (IP) dan akan mengoperasikan platform tersebut secara global dan mengembangkannya untuk pasar konsumen Indonesia, BlackBerry juga akan terus mengembangkan platform tersebut untuk dunia usaha melalui BBM Protected.
"Banyak bisnis skala kecil di Indonesia memanfaatkan BBM untuk berkomunikasi dengan pelanggan mereka. Setelah kami menambahkan fitur pembayaran, tidak ada yang tidak dapat kami lakukan. Bahkan, BBM menjadi aplikasi lebih berguna bagi merchant offline seperti, restoran dan rumah sakit, yang memungkinkan pengguna untuk mengatur proses pendaftaran pasien, pemesanan tempat (reservasi), melakukan pembayaran dan banyak lagi," paparnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Apple Siapkan iPhone Air 2, iPhone 18 dan iPhone Lipat Baru, Ini Bocoran Spesifikasinya
-
Realme P4x Pecahkan Rekor MURI Main Game MOBA 10 Jam Nonstop
-
WiFi Terbaik untuk Rumah, Kos, dan UMKM, Ini Tips Memilih Internet yang Stabil
-
Grab Genjot Kendaraan Listrik, Armada EV Ditargetkan Melampaui 3 Kali Lipat Tahun Ini
-
Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen
-
7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo
-
5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam
-
5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak
-
Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma