Suara.com - Bekerja sama dengan Google, operator seluler India, RailTel, telah memasang Wifi gratis di 23 stasiun kereta api India. Harapannya, koneksi internet gratis itu bisa dimanfaatkan mencari jadwal kereta atau menemukan informasi berguna lainnya.
Sayang, harapan memang sering jauh dari kenyataan. Berdasarkan data yang dikumpulkan RailTel, internet gratis itu justru lebih banyak digunakan untuk mengakses konten-konten pornografi.
Dari pemantauan di stasiun kereta Patna, salah satu stasiun dengan lalu-lintas internet paling tinggi dalam proyek itu, ditemukan bahwa para pengguna internet lebih banyak mengakses dan mengunduh konten-konten porno.
"Dari semua stasiun kereta api di negeri ini, khususnya yang memiliki koneksi internet gratis, stasiun Patna adalah yang paling tinggi penggunaan internetnya. Tetapi di sana, pencarian tertinggi adalah situs-situs pornografi," bunyi pernyataan resmi RailTel seperti dikutip CNET.
Piyush Pandey, seorang sarjana teknologi informasi yang rutin bepergian dengan rute Kalkuta-Patna, mengatakan dirinya kerap melihat anak-muda kerap mendatangi Stasiun Kereta Patna hanya demi berburu film biru.
"Hal itu memalukan bagi para penumpang, terutama perempuan," kata Pandey kepada Times of India, "Harus ada larangan ketat menyangkut masalah ini untuk mencegah orang-orang mesum itu menyalahgunakan fasilitas Wifi."
Chief Public Relations Officer East Central Railway, Arvind Rajak membantah keterangan kedua orang tersebut. Menurutnya, pemanfaatan Wifi gratis di Stasiun Kereta Patna dilakukan dengan bertanggungjawab.
Arvind mengklaim Wifi di stasiun Patna paling banyak digunakan untuk mendengarkan lagu di YouTube plus membuka Wikipedia.
"Bollywood dan Hollywood adalah dua subyek favorit lain yang sering dicari di Stasiun Kereta Patna," kata dia.
Tetapi masalah penyalahgunaan Wifi gratis ini tampaknya bukan cuma di India. Beberapa fasilitas Wifi di stasiun-stasiun kereta api di New York, Amerika Serikat ditutup bulan lalu karena para pengakses memanfaatkannya untuk memperoleh konten-konten pornografi.
Berita Terkait
-
Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi
-
Siasat Licik Host Akun K Cari Cuan, Paksa Talent Live Vulgar Pakai Kedok Challenge
-
Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!
-
Bos Aplikasi Dewasa Onlyfans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia di Usia Muda
-
Bejat, Eks Wasit Premier League David Coote Masuk Bui atas Kasus Pornografi Anak
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Mengapa Kita Begitu Bergantung pada Terigu yang Tidak Bisa Kita Tanam?
-
PFII Jangan Sampai Jadikan Bali Surga Para Penghindar Pajak
-
Bukan Jay Idzes, Rekannya di Sassuolo Resmi Direkrut Leeds United
-
Lewat Kerja Sama LoI Dengan KDEI, BRI Taipei Dorong Literasi Keuangan Pekerja Migran
-
Sinergi Dalam LoI, BRI Taipei dan KDEI Tingkatkan Akses Keuangan Pekerja Migran Indonesia
-
It Ends With Us, Novel yang Membuka Mata tentang Toxic Relationship
-
LoI Sinergi BRI Taipei Dengan KDEI: Berikan Literasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia
-
BRI Taipei Tingkatkan Edukasi Keuangan dan Layanan Bagi Diaspora Indonesia
-
Ini Cara Rahasia Membuat Ombre Lips Natural Awet 20 Jam ala MUA, Anti Ribet Re-apply!
-
BRI Taipei Perkuat Inklusi Keuangan Untuk Pekerja Migran Indonesia di Taiwan