Suara.com - Pernahkah Anda membaca atau menonton iklan internet dari operator telekomunikasi di televisi? Isinya luar biasa, tentang paket internet yang diklaim kencang, bahkan super kencang, dengan angka-angka yang menakjubkan.
Padahal, saat dicoba, sering kali kualitas internet tak secepat yang digembar-gemborkan dalam iklan. Bahkan, sering kali mengecewakan.
Nah, dalam artikel berikut JalanTikus akan menjelaskan kesenjangan antara iklan dan kenyataaan dari iklan-iklan penyedia jaringan internet. Simak ya!
1. Satuan yang Dipakai Berbeda
Yang pertama, alasannya adalah karena pada umumnya perhitungan satuan yang kamu gunakan dan perusahaan telekomunikasi atau internet service provider (ISP) gunakan berbeda.
ISP pada umumnya mempergunakan satuan Mbps (huruf b kecil) pada kecepatan internet yang mereka tawarkan. Sementara pada komputer atau smartphone kamu yang terhubung dengan internet menggunakan satuan MBps (huruf B besar).
Apa bedanya?
Mbps adalah satuan Mega bit per second, sementara MBps adalah satuan Mega Byte per second. Perbedaannya adalah pada bit dan Byte. 1 Byte sendiri, berarti adalah 8 bit. Jadi kalau ISP kamu menawarkan kecepatan 8 Mbps, maka kecepatan pada komputer atau smartphone kamu akan menunjukkan angka kisaran 1 MBps.
2. "Hingga Sampai" Sekian Mbps
Alasan selanjutnya adalah karena kecepatan internet yang ditawarkan ISP adalah "Up to" atau "Hingga sampai". Yang artinya, apabila ISP kamu menawarkan kecepatan 8 Mbps, maka itu artinya adalah "Hingga sampai" 8 Mbps. Jadi seandainya kecepatan kamu hanya 5 Mbps, ya ISP kamu tidak salah, karena memang seperti itulah layanan yang ditawarkan.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Kecepatan 8 Mbps yang ditawarkan oleh ISP kamu merupakan kecepatan dari jalur inti atau utama. Jalur inti atau utama ini dipakai juga oleh orang lain, tidak hanya kamu seorang. Kalau yang memakai hanya kamu sendiri, tentu akan mampu mencapai kecepatan hingga 8 Mbps.
3. Kekuatan Sinyal
Selanjutnya, yang menjadi alasan berikutnya adalah kekuatan sinyal yang kamu dapatkan. Semakin baik sinyal kamu, maka peluang kecepatan tinggi semakin besar. Namun apabila sinyal kamu buruk, selain lambat bukan tidak mungkin bahkan internet kamu bisa terputus.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena dengan buruknya sinyal yang kamu dapatkan, membuat yang namanya loss bandwidth semakin besar. Namun apabila ISP kamu mempergunakan jalur kabel, hal ini tidak akan jadi masalah besar.
4. Jenis Jalur Internet yang Dipakai
Untuk menyalurkan internet sampai kepada kamu, ISP mempergunakan beberapa jenis medium. Untuk kabel, bisa kabel tembaga atau kabel FO (Fiber Optic). Untuk wireless, bisa sinyal WiFi atau sinyal 4G ataupun 3G.
Setiap jenis kabel memiliki kemampuan daya alir internet yang berbeda-beda. Mulai yang tercepat adalah kabel FO, lalu disusul oleh kabel tembaga. Apabila kamu memakai kabel tembaga, tentu saja kecepatan internet kamu akan lebih lambat daripada teman kamu yang memakai kabel FO.
Selanjutnya untuk wireless. Sama seperti kabel konsepnya, yaitu setiap jenis wireless memiliki kemampuan daya alir internetnya masing-masing. Mulai dari yang tercepat adalah sinyal WiFi, disusul oleh sinyal 4G, dan terakhir adalah sinyal 3G. Kalau kamu masih memakai sinyal 3G, tentu saja kecepatan internet kamu akan jauh lebih lambat dari teman kamu yang memakai sinyal 4G.
5. Quality of Service
Alasan selanjutnya adalah Quality of Service (QoS) dari paket internet yang kamu gunakan. Jaka sebelumnya sudah membahas mengenai jalur utama atau inti yang dipakai tidak hanya untuk kamu seorang, tapi banyak orang.
Dan untuk beberapa orang yang memakai jalur utama atau inti itu, mereka memiliki prioritas lebih tinggi dalam memakai jalur tersebut. Tentu saja hal ini akan membuat kecepatan internet kamu lambat apabila kamu sedang melakukan akses bersamaan dengan orang yang diprioritaskan tersebut.
Biasanya harga paket internet dengan pelayanan prioritas akan memiliki harga jauh lebih mahal ketimbang yang nonprioritas dengan kapasitas kuota yang sama. Contohnya, seperti pada paket internet XL Hotrod Prima, jauh lebih mahal dengan paket lainnya dengan kapasitas kuota yang sama.
6. Kemampuan Perangkat
Terakhir adalah kemampuan perangkat yang kamu gunakan. Apabila kamu membeli pake internet dengan kecepat sinyal 4G, tapi perangkat kamu masih sinyal 3G. Tentu ini membuat kecepatan internet kamu menjadi tidak maksimal.
Ataupun seandainya ISP kamu mempergunakan jalur kabel hingga 1 Gbps, namun di satu sisi port router kamu sendiri hanya mendukung hingga 100 Mbps. Hal ini akan membuat internet kamu menjadi lambat.
Artikel Menarik Lainnya
Inilah Cara Memperbaiki Foto Blur Dengan Mudah!
Nggak Usah Ngetik! Gini Cara Convert Audio ke Text Dengan Windows
Mengenal Teknik Hacking Phising dan Cara Mencegahnya
| Published by Jalantikus.com |
Berita Terkait
-
Infrastruktur Digital Jadi Penentu Bisnis Ritel dan F&B
-
Komdigi Ungkap Alasan Kuota Internet Hangus Tak Bisa Rollover, Beberkan Dampaknya ke Pelanggan
-
Ini Cara Efektif Lindungi Remaja Saat Akses Instagram, Facebook, dan Messenger
-
Mau ke Luar Negeri? Ini Tips Biar Nggak Panik Cari SIM Card di Bandara
-
KB Bank dan Solusi Sinergi Digital Kerja Sama untuk Akselerasi Proyek Internet Rakyat
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
iQOO 15R Resmi Rilis di Indonesia: Snapdragon 8 Gen 5 Pertama, Baterai 7.600 mAh dan Mulai Rp7 Juta
-
Telkomsel Siaga Ramadan dan Lebaran 2026, Trafik Data Diprediksi Tembus 70 PB
-
Sahabat-AI: Platform AI Lokal Resmi Rilis, Siap Saingi AI Global
-
Inovasi ShopeePay Ramadan 2026: Fitur Goyang Berbasis Gamifikasi Digital hingga Gratis 120 Tranfer
-
4 HP Realme RAM 8 GB Paling Murah Februari 2026, Multitasking Lancar Mulai Rp2 Jutaan
-
TKDN Produk AS Dihapus: Menanti Google Pixel dan Turunnya Harga iPhone di Indonesia
-
65 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 25 Februari: Klaim Skin AUG Aurora dan Item Ramadan
-
5 Cara Download Foto TikTok Tanpa Watermark dengan Mudah dan Cepat
-
Daftar Kode Redeem Fish It Roblox Februari 2026 dan Cara Klaim Hadiahnya
-
5 HP Samsung RAM 8 GB Paling Murah Februari 2026 untuk Performa Gahar