- Silicon Quantum Computing asal Australia berkolaborasi dengan AMD untuk mengembangkan prosesor kuantum berskala komersial yang diproyeksikan hadir pada 2033.
- SQC memanfaatkan teknologi perangkat keras AMD untuk mengendalikan qubit dengan tingkat presisi atom guna mendukung efisiensi sistem komputasi kuantum.
- Inovasi teknologi ini bertujuan merevolusi sektor telekomunikasi, keuangan, dan energi melalui integrasi sistem kuantum, kecerdasan buatan, serta komputasi klasik.
Suara.com - Perlombaan menghadirkan komputer kuantum komersial semakin memanas. Perusahaan teknologi kuantum asal Australia, Silicon Quantum Computing (SQC), mengungkapkan kemajuan signifikan dalam pengembangan prosesor kuantum berbasis silikon dengan dukungan teknologi komputasi canggih dari AMD.
Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah penting dalam upaya menghadirkan komputer kuantum skala komersial yang diproyeksikan mulai tersedia pada 2033.
Teknologi tersebut diyakini mampu merevolusi berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, keuangan, energi, hingga pertahanan.
Founder dan CEO SQC, Michelle Simmons, menegaskan bahwa pengembangan komputer kuantum membutuhkan dukungan teknologi terbaik yang tersedia saat ini.
"Menghadirkan komputer kuantum skala komersial membutuhkan hardware paling modern di dunia serta hubungan yang kuat dengan penyedia hardware. Kami bangga menggunakan produk AMD, dan kami menjalani perjalanan ini bersama-sama," ujar Simmons dalam keterangan resminya, Selasa (2/6/2026).
Kembangkan Komputer Kuantum dengan Presisi Tingkat Atom
SQC merupakan perusahaan deep-tech yang lahir dari lingkungan universitas di Australia dan kini telah berkembang menjadi salah satu pemain utama di industri komputasi kuantum global.
Perusahaan tersebut berhasil mengembangkan teknologi penempatan atom fosfor individual pada silikon murni isotopik dengan tingkat akurasi mencapai 0,13 nanometer.
Kemampuan tersebut memungkinkan SQC menciptakan qubit atau unit dasar komputasi kuantum dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.
Baca Juga: Terpopuler: HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik, Fenomena Langka Blue Moon pada 31 Mei 2026
Berbeda dengan komputer konvensional yang menggunakan bit bernilai 0 atau 1, qubit mampu berada pada beberapa kondisi sekaligus, sehingga berpotensi menghasilkan kemampuan komputasi yang jauh lebih besar.
Teknologi AMD Jadi Tulang Punggung Sistem Kuantum
Untuk mengendalikan sistem kuantum yang kompleks, SQC memanfaatkan platform AMD Zynq UltraScale+ RFSoC yang dirancang khusus untuk mengatur dan membaca qubit secara presisi.
Selain itu, perusahaan juga menggunakan klaster komputasi berbasis prosesor AMD Ryzen Threadripper guna menjalankan simulasi, pemodelan, hingga pengembangan perangkat lunak kuantum.
Head of Software SQC, Ramon Buckland, menjelaskan bahwa kemampuan platform AMD menjadi faktor penting dalam menjaga performa sistem.
"Dengan mengendalikan setiap aspek, hingga pulsa analog untuk kontrol qubit, kami memaksimalkan keandalan dan performa. Platform AMD memungkinkan kami mengirim instruksi ke qubit dengan kecepatan yang dibutuhkan komputasi kuantum," kata Buckland.
Berita Terkait
-
Sharp Indonesia Pamer Teknologi Ramah Lingkungan di Hari Bumi 2026
-
XLSMART Perluas Jaringan 5G di 33 Kota, Fokus Tingkatkan Kecepatan Internet dan Layanan Digital
-
Fitur Canggih Garmin untuk Ibu Modern, Pantau Energi, Tidur, dan Stres Secara Real-Time
-
Apple Watch hingga iPhone Jadi Sorotan di Event Lari 5K dan Kelas Teknologi
-
Acer Edu Summit 2026: Inovasi AI Ubah Cara Belajar, Ini Teknologi dan Strategi Pendidikan Masa Depan
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
-
5 HP 5G RAM 12 GB Termurah Juni 2026, Performa Gak Kaleng-kaleng Mulai Rp2 Jutaan
-
iPhone 18 Pro Dikabarkan Punya Dua Kapasitas Baterai Berbeda, Ini Detailnya
-
Huawei nova 16z Resmi Meluncur, Kini Bisa Kirim Pesan dan Foto Lewat Satelit Tanpa Sinyal
-
4 HP Realme Paling Banyak Dicari di Toko Online: Spesifikasi Mantap, Harga Miring
-
23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 2 Juni 2026: Panen 5000 Gems dan Draft Voucher
-
37 Kode Redeem FF Terbaru 2 Juni 2026: Amankan Token Bundle Golden Shade Hari Ini
-
Serangan NFC di HP Android Naik 188%, Penipu Kini Bisa Kuras Rekening dari Jarak Jauh
-
AI Percepat Serangan Siber, CrowdStrike Sebut Industri Keuangan dalam Bahaya
-
Asus Luncurkan Laptop ProArt P16 dan ProArt P14 yang Ditenagai oleh Superchip Nvidia RTX Spark