Suara.com - Presiden Donald Trump tampaknya memiliki nama khusus bagi mereka yang kontra dengannya (haters) di Twitter.
Miliarder yang terkenal dengan kebiasaannya bercuit di Twitter itu, mengubah lanskap politik dengan menggunakan media sosial.
Daily Mail mengutip New York Post, sang presiden yang baru disumpah itu menolak seseorang di Twitter dengan menyebutnya sebagai 'Tweet Smack'.
Sebuah sumber mengungkapkan bahwa Trump membual di dalam salah satu cuitan 'marah'-nya dan kemudian menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkannya.
Pada Minggu sore (5/2/2017) waktu setempat, Trump bercuit mengungkapkan kekesalannya atas keputusan hakim yang menunda sementara perintah larangan perjalanan kontroversial, yakni pembatasan warga muslim masuk ke AS.
"Hanya tidak percaya hakim akan menempatkan negara kita dalam bahaya. Jika sesuatu terjadi salahkan dia dan sistem pengadilan. Orang berdatangan. Buruk!" tulisya dalam akun resmi Trump.
"Saya telah menginstruksikan Homeland Security untuk memeriksa orang-orang yang masuk ke negara kita dengan SEKSAMA. Pengadilan membuat pekerjaan sangat sulit!" tambahnya.
Bahkan, dalam sebuah penelitian yang dilakukan analis Citigroup, Trump merupakan kepala negara yang sangat rajin bercuit di media sosial. Sejak menjabat, Trump telah men-tweet setiap jam per hari.
Tweet yang paling sering dikirim sekitar pukul 9:00-10:00. Menurut jadwal Gedung Putih daybook, di waktu itu adalah saat briefing intelijen sehari-hari. Selain itu, di malam hari Trump mengurumkan tweet paling sering mulai jam 11:00 hingga tengah malam.
Baca Juga: Ahmad Dhani Ungkap Kenapa Orang Tertarik dengan FPI
Seperti diketahui, trump memberikan perintah pembatasan warga dari dari tujuh negara mayoritas Muslim untuk melakukan perjalanan ke AS pada 27 Januari silam. Negara-negara tersebut meliputi Irak, Iran, Yaman, Arab Saudi, Somalia, Sudan dan Suriah.
Dia mengklaim pelarangan tersebut juga berlaku untuk para pengungsi, dan manfaatnya akan melindungi warga AS dari terorisme.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan