Suara.com - Durasi video yang diputar di YouTube versi mobile - yang diakses menggunakan telepon seluler pintar dan komputer tablet - di Indonesia tumbuh 155 persen sepanjang 2016, demikian klaim Google Indonesia pada Kamis (9/3/2017).
"Data kami memperlihatkan bahwa durasi menonton YouTube di perangkat mobile naik 155 persen," kata Country Director Google Indonesia, Tony Keusgen, di Jakarta.
Sayang Keusgen tak membeberkan berapa persisnya durasi video yang disaksikan oleh para pengguna YouTube di Indonesia.
Sebelumnya pada akhir Februari lalu, YouTube - yang memang merupakan salah satu anak usaha Google - mengumumkan bahwa sejak 2016 silam, setiap harinya ada 1 miliar jam video YouTube yang diputar di dunia.
Keusgen kemudian melanjutkan bahwa potensi pertumbuhan YouTube di Nusantara sangat besar dengan adanya sekitar 100 juta pengguna internet yang akan bertambah dua kali lipat menjadi 200 juta pada 2020.
"Masih banyak pengguna ponsel pintar 2G di Indonesia. Seiring perpindahan mereka ke 3G dan 4G, YouTube akan terus tumbuh," lanjut Keusgen.
Google, dalam acara Google for Indonesia pada 2016 silam di Jakarta, sempat menjabarkan bahwa dari 100 juta pengguna internet di Tanah Air saat ini, sebanyak 40 persen di antaranya masihlah berjuang di jaringan 2G.
Karena itulah, sejak tahun lalu YouTube meluncurkan YouTube Lite di Indonesia dengan tampilan simpel plus beban data lebih ringan untuk meraup pemirsa yang lebih luas.
Berita Terkait
-
Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Channel YB Resmi Tayangkan ASEAN Championship Hyundai Cup 2026, Reza Arap Siapkan Beragam Program
-
Kenapa Kita Nggak Bisa Beraktivitas Tanpa Suara Latar YouTube atau Podcast?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget