Suara.com - Buat masyarakat masa kini, kehidupan di 11.000SM jauh lebih menantang untuk dicari tahu. Berbagai misteri masa lampau terungkap, salah satunya melalui ukiran batu purba seperti yang baru-baru ini terungkap.
Para ilmuwan menemukan sebuah pesan terukir dari nenek moyang terdahulu sebuah peristiwa apokaliptik yang mungkin mengubah masa depan. Manusia: serangan komet!
Penelitian yang dilakukan tim peneliti dari University of Edinburgh (PDF), menunjukkan bahwa pemogokan komet berpotensi terjadinya bencana. Kondisi ini dengan cepat dan secara dramatis mengubah iklim bumi selama ratusan tahun.
Akibatnya, membuat manusia kembali seperti di zaman es dengan kondisi hampir glasial. Periode waktu ketika hal ini terjadi dikenal sebagai Younger Dryas, dan telah terdokumentasi dengan baik berkat bukti pendinginan yang banyak ditemukan pada sampel inti.
Namun penyebabnya telah berteori dan diperdebatkan untuk waktu yang lama. Sekarang, berkat ukiran batu yang ditinggalkan orang-orang kuno di zaman modern Turki, para periset percaya bahwa sebuah komet adalah pelakunya.
Pahatan-pahatan tersebut diawetkan dengan sangat baik dan tampaknya telah diciptakan untuk mendokumentasikan peristiwa apokaliptik yang menghancurkan tanah tersebut. Tokoh yang digambarkan dalam ukiran, termasuk tubuh manusia yang tidak bernyawa dan tanpa kepala dan satwa liar lainnya, dibuat saat Younger Dryer dimulai.
Ukiran ditemukan pada tempat yang dianggap sebagai salah satu situs kuil tertua dan paling penting di planet ini. Dari gambar yang ada di tempat tersebut, diperkirakan pahatan ini memiliki makna sejarah yang sangat besar.
Younger Dryas sering dikreditkan dengan mendorong manusia purba untuk bersatu karena kebutuhan murni, membentuk fondasi pertanian modern dan kemajuan besar lainnya dalam peradaban.
Kabar yang terukir menyatakan sebuah komet mungkin menjadi penyebab habisnya era manusia, merupakan kemungkinan menarik sekaligus berpotensi menakutkan. [BGR]
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
37 Kode Redeem FC Mobile Aktif 6 Mei 2026, Ada Hadiah OVR Tinggi hingga 119
-
XLSMART Genjot Smart City Berbasis AI dan IoT, Siap Diterapkan ke Seluruh Indonesia
-
HP Murah Terbaru Harga Cuma Sejutaan, Honor Play 70C Usung Desain Mirip iPhone 16 Pro
-
QRIS Indonesia - China Resmi Meluncur, Netzme Bikin UMKM Bisa Terima Alipay dan UnionPay
-
Sempat Menghilang 10 Tahun, Ubisoft Bangkitkan Kembali Game Perang RUSE
-
Laptop AI Asus 2026 Resmi Rilis di Indonesia, Zenbook DUO Layar Ganda hingga Vivobook Copilot+ PC
-
Ponsel Misterius Motorola Lolos Sertifikasi Komdigi, HP Lipat Gahar Razr Fold?
-
5 HP Murah Terlaris Global Q1 2026: Samsung Galaxy A Memimpin, Redmi Bersaing
-
Cari Smartband Murah dengan AOD? Ini 5 Rekomendasi Terbaik 2026
-
Salah Satu Tablet Terkencang di Dunia, Lenovo Legion Tab Gen 5 Mulai Dipasarkan