Suara.com - Beberapa waktu lalu netizen sempat digemparkan oleh video rekaman dua perempuan yang sedang berkelahi di atas Kereta Rel Listrik (KRL).
Peristiwa tersebut terjadi ketika KRL jurusan Jakarta Kota-Bekasi sedang disesaki penumpang. Terlihat dalam video tersebut dua perempuan saling menjambak rambut satu sama lain, yang awalnya diduga hanya karena berebut tempat duduk.
Seiring dengan tersebar luasnya video itu hingga menjadi viral, kini muncul klarifikasi soal penyebab kedua perempuan itu berkelahi. Insiden itu ternyata bukan dipicu karena berebut tempat duduk, melainkan hanya karena saling senggol satu sama lain.
Adalah netizen bernama Carla Citra Bunadi yang mengaku merekam video tersebut. Ia pun kemudian menceritakan kisah itu di akun Facebook-nya.
Carla mengunggah versi penuh dari video yang ia rekam. Secara umum, videonya menampilkan detik-detik perkelahian adu jambak dua penumpang KRL di gerbong perempuan.
"Kebetulan gw ada di kereta itu dan gw yang ngerekam video yang ternyata jadi viral ini. Konfirmasi aja guyss sebelumnya, mereka bukan berebutan tempat duduk.. 2" (dua-dua)nya duduk kok, cuman masalah senggol menyenggol aja," tulisnya.
Carla juga menjelaskan bahwa kedua penumpang wanita tersebut bukan turun di Stasiun Buaran seperti yang diberitakan sebelumnya. Melainkan menurutnya, mereka justru mulai berkelahi saat di Stasiun Buaran.
Carla juga menegaskan bahwa peristiwa terjadi akhir April, tepatnya yakni tanggal 21. Jadi bukan awal April seperti yang diberitakan sebelumnya.
"Mereka ga turun di Buaran, karna gw turun di Cakung aja mereka belom turun. Justru mulai berantemnya dr Buaran kalo ga salah. Ini kejadian di akhir April (21 April 2017) bukan awal April," tambahnya.
Awalnya menurut Carla, video yang direkamnya hanya dibagikan ke grup keluarga, teman dekat, dan diunggah ke Path. Ia mengaku kaget ketika video tersebut menjadi viral dan menyebar secara luas dengan tambahan informasi tidak benar.
Carla kemudian juga sempat menuliskan pesan agar masyarakat jangan terlalu percaya dengan informasi yang belum tentu benar, tanpa mencari tahu kejadian yang sebenarnya.
"Jadiiii, kurang2in lah share berita2 hoax yang kalian dpt dari portal berita yang ga jelas juga sumbernya. Be a smart netizen. Jangan telen bulet2 apa yang kalian baca atau lihat dari internet," serunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan