Suara.com - Seorang biksu Myanmar pernah dijuluki "Bin Laden Buddhis" karena tuduhan ekstremnya. Dia mengatakan bahwa akun pribadi miliknya telah diblokir Facebook. Hal ini disebabkan karena situs tersebut dinilai ada upaya memicu kebencian dan pertikaian.
Selama bertahun-tahun Wirathu telah menggunakan jaringan sosial tersebut sebagai platform untuk melawan Muslim yang menjadi minoritas di negara itu. Melalui media sosial mereka membandingkannya dengan anjing dan menuduh Muslim telah memperkosa dan membunuh umat Budha.
Perkataannya yang terposting di Facebook, telah membuatnya mendapatkan ratusan ribu pengikut secara online. Untuk itu, biksu ini telah dipersalahkan karena diduga memicu kekerasan sektarian yang mematikan, termasuk kerusuhan pada tahun 2013 di luar Mandalay yang menewaskan puluhan orang.
Namun dalam video terbarunya, yang diposkan pada hari beberapa hari lalu, biksu tersebut mengatakan bahwa dia telah dilarang menggunakan situs ini selama 30 hari. Dari peringatan yang diberikan Facebook, dia dianggap telah berulang kali mengeposkan konten yang tidak diizinkan oleh pihak monitor Facebook.
"Saya tidak yakin (jika saya bisa terus menggunakan akun saya) karena tim Facebook berada di tangan umat Islam," katanya dalam video tersebut, disiapkan dari akun yang berbeda.
"Facebook ditempati oleh kaum muslimin," ucapnya lagi.
Seorang juru bicara situs tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Langkah ini datang pada saat Facebook menghadapi tekanan global untuk menghentikan berbagai status yang mengumbar kebencian, ancaman kekerasan atau informasi menyesatkan yang terposting di platformnya.
Bulan lalu, bagian monitor Facebook tampaknya melarang orang di Myanmar untuk mengeposkan kata "kalar", sebuah istilah yang sering digunakan sebagai penghinaan terhadap minoritas Muslim yang diperangi di negara tersebut.
Baca Juga: Bantu Pekerja Kemanusiaan, Facebook Luncurkan Peta Bencana
Langkah tersebut menyebabkan kegemparan di dunia maya, setelah beberapa pengguna mengatakan bahwa mereka telah diblokir setelah menulis kata-kata lain yang menyertakan suara yang sama dalam alfabet Burma, seperti kata untuk kursi.
Pemerintah Myanmar juga telah berusaha untuk membungkam perkataan yang membenci setelah lonjakan tindakan anti-Muslim oleh kaum nasionalis.
Bulan lalu, otoritas Buddhis terkemuka Myanmar secara resmi melarang gerakan Ma Ba Tha ultra-nasionalis yang menjadi milik Wirathu, yang meresponsnya dengan hanya mengganti nama mereka.
Bagian sensor juga telah melarang sebuah film dokumenter yang menayangkan ketegangan agama antara umat Buddha dan Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine dari festival film, karena khawatir hal itu dapat memicu ketegangan. [Al Arabiya]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Luncurkan Fitur dengan Verifikasi Usia Lebih Ketat, Saham Roblox Langsung Anjlok
-
Pesaing Honor, HP Baru Redmi Bawa Layar 7 Inci dan Baterai 10.000 mAh
-
Era AI Bawa Tantangan Baru, Banyak Perusahaan Tinggalkan Sistem Keamanan Terfragmentasi
-
3 HP POCO Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Terbaru Ada C81 Pro dengan Baterai Jumbo
-
Telkomsel Digiland Run 2026 Sold Out, 12.500 Peserta Nikmati Lari Berbasis 5G dan AI
-
Indosat Gandeng NVIDIA, Gaspol AI Nasional
-
28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Mei 2026: Trik F2P Bobol Event TOTS Dapat Pemain Meta
-
27 Kode Redeem FF Terbaru 6 Mei 2026: Intip Emote Sepeda Ninja dan Jadwal Lelang Evo Eclipse
-
Terpopuler: 13 HP Infinix Murah RAM Besar, Bocoran Fitur iPhone 18 Pro Beredar
-
Redmi Watch 6 Meluncur di Pasar Global: Harga Sejutaan, Baterai Tahan Lama