Suara.com - Samsung Electronics mengumumkan bahwa telah memasang Cinema LED Screenat Lotte Cinema World Tower yang pertama di Korea. Dirancang sebagai layar teater LED High Dynamic Range (HDR), Cinema LED Screen menciptakan pengalaman menonton lebih menawan melalui kualitas gambar generasi mendatang dan audio berkat kolaborasi antara HARMAN Professional Solutions dan Samsung Audio Lab.
"Melalui warna yang lebih tajam dan lebih realistis, audio komplementer dan presentasi yang meningkat, Cinema Screen LED kami membuat pemirsa merasa seolah-olah mereka adalah bagian dari gambar," kata HS Kim, Presiden Visual Display Business di Samsung Electronics dalam keterangan resminya.
Menurutnya, teknologi ini diharapkan dapat terus diwujudkan untuk bioskop masa depan.
Peregangan berukuran hampir 10.3m (33.8ft), Cinema LED Screen mengakomodasi beragam konfigurasi teater sambil memastikan tingkat kinerja teknis, keandalan dan kualitas yang superior. Layar ini membawa kekuatan visual dari kualitas gambar HDR ke layar lebar, dan memperbesar konten dengan resolusi 4K (4,096 x 2,160) dan tingkat kecerahan puncak (146fL) hampir 10 kali lebih besar daripada yang ditawarkan oleh teknologi proyektor standar.
Untuk mendapatkan teknologi video yang menakjubkan di dalam teater 'SUPER S' dari Lotte Cinema, Samsung telah memasangkan Cinema LED Screen-nya dengan teknologi audio mutakhir dari JBL oleh HARMAN. Integrasi ini mencakup speaker kuat yang berbatasan dengan layar, teknologi pemrosesan audio eksklusif, dan sistem JBL's Sculpted Surround.
Seiring tuntutan di dalam ruang bioskop berkembang, layar LED Cinema Samsung menawarkan fleksibilitas. Layar mempertahankan kemampuan presentasi tingkat lanjut dalam berbagai kondisi pencahayaan gelap dan ambien.
"Teater "SUPER S" adalah paradigma baru pemutaran film," kata Wonchun Cha, CEO Lotte Cinema.
Pihaknya berharap dapat bekerja sama dengan Samsung dalam teknologi baru berkualitas tinggi kepada industri film di masa depan.
Sebelum debut komersialnya, Samsung menjalankan Cinema LED Screen melalui serangkaian uji coba industri yang sangat ketat untuk memvalidasi kinerja dan presentasinya. Pada bulan Mei 2017, Cinema LED Screen menjadi produk pertama yang mencapai pemenuhan dengan standar tinggi teknologi teater Digital Cinema Initiatives (DCI) yang sangat terkenal sebelum rilis komersialnya. Sertifikasi ini mengakui kemampuan tampilan untuk menampilkan spektrum warna yang lengkap dengan akurasi yang tidak berubah.
Baca Juga: Spesifikasi Xiaomi Chiron Bocor, Mirip Samsung Galaxy S8
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan