Suara.com - Perang layanan paket internet yang dilakukan hampir semua operator telekomunikasi membuat industri telekomunikasi Indonesia cenderung berjalan tidak sehat. Untuk itu, diperlukan sebuah regulasi yang mengatur tarif data di Indonesia.
Usulan ini tidak terlepas dari keluhan Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Alexander mengeluhkan pendapatan yield data operator yang terus menurun.
"Praktis semua operator terjebak dalam perang tarif, karena itu pemerintah harus turun tangan mengatur regulasinya," ungkapnya.
Sekadar diketahui, yield data adalah total pendapatan data dibagi dengan trafik data. Semakin tinggi yield, maka semakin tinggi efisiensi pada operator.
Dia mengusulkan Kementerian Komunikasi mengeluarkan regulasi yang mengatur perhitungan tarif data yang adil untuk semua operator.
Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), I Ketut Prihadi, menegaskan pihaknya sedang melakukan revisi dari PM 9/2008 yang menjadi acuan dari perhitungan tarif.
"Selama ini PM tersebut hanya mengatur soal voice dan SMS. Revisi ini membuat tarif data juga ikut diatur. Variabel yang akan kami masukan meliputi, profit margin. biaya elemen jaringan, dan biaya aktivasi layanan retail," ujarnya.
Senada dengan Ketut, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga berharap formula tarif data disahkan dalam waktu dekat.
"Kalau menurut saya lebih cepat lebih bagus. BRTI itu direncanakan siapkan formula tarif tahun ini," tandasnya sambil berlalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat di Triwulan II 2026
-
Wanita Tewas Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Ternyata Mantan Istri Polisi, Apa Motifnya?
-
Kerja Keras Tahan Rupiah Melemah, Gimana Kondisi Cadangan Devisa
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Strategis dalam TPKAD Award 2026 Lewat Program Sultan Muda
-
Digelar Selasa Depan, Ini Susunan Hakim Sidang Eks Menag Yaqut
-
Robert Budi Hartono Jadi Pengendali Baru, Ini Daftar Pemegang Saham BCA
-
BRIN Minta Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar Diterapkan Bertahap
-
Ratusan Pedagang STC Demo HGB Ruko, Wali Kota Pekanbaru Angkat Bicara
-
Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Jogja, Cita Rasanya Dipuji Bupati Sleman: Cocok di Lidah!
-
Karyawan Koperasi di Tangerang Disekap-Ditelanjangi Bos, Disuruh Berbuat Tak Senonoh