Suara.com - Hampir separuh dari atom-atom yang menyusun tubuh kita, manusia, diduga berasal dari luar Galaksi Bima Sakti, galaksi tempat tata surya kita berada. Atom-atom ini diduga dibawa ke tata surya kita oleh angin antargalaksi yang dipicu oleh ledakan bintang-bintang raksasa.
Kesimpulan ini merupakan hasil penelitian dari sejumlah astronom di Illinois, Amerika Serikat setelah mereka menjalankan sebuah simulasi komputer, untuk mencari tahu bagaimana sebuah galaksi bisa terus berkembang dengan cara menyerap material-material yang terhempas dari galaksi di sekitarnya ketika bintang-bintang di dalam galaksi-galaksi tersebut meledak.
Ledakan bintang atau supernova diketahui bisa melesatkan triliunan ton atom ke ruang antariksa dalam kecepatan tinggi dan kekuatan besar, yang bahkan bisa mengalahkan kekuatan gravitasi galaksi induknya, dan kemudian masuk ke galaksi tetangga. Atom-atom itu biasanya berupa awan raksasa yang melesat dengan kecepatan ratusan kilometer per detik.
Telah lama para astronom mengetahui bahwa elemen-elemen dari sebuah bintang bisa berpindah dari satu galaksi ke galaksi lainnya, tetapi penelitian terbaru ini adalah yang pertama yang mengungkapkan bahwa hampir separuh material di Galaksi Bima Sakti kemungkinan berasal dari galaksi-galaksi tetangga yang berukuran lebih kecil.
Elemen ringan seperti hidrogen dan helium biasanya akan membentuk bintang-bintang baru, sementara elemen yang lebih berat biasanya akan menjadi komet, asteroid, planet, dan membentuk kehidupan itu sendiri.
"Sains sangat bermanfaat agar kita mengetahui posisi kita dalam alam semesta," kata Daniel Angles-Alcazar, astronom dari Northwestern University di Evanston, Illinois, AS yang memimpin penelitian itu.
"Dari beberapa sudut pandang, kita sebenarnya adalah pendatang atau imigran dari galaksi lain," imbuh Angles-Alcazar yang penelitiannya diterbitkan dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.
Dalam penelitiannya Angles-Alcazar dkk menjalankan sebuah simulasi pada sebuah komputer super untuk mencari tahu apa yang terjadi ketika galaksi-galaksi berkembang selama selama miliaran tahun.
Dari simulasi itu mereka mengetahui bahwa ketika bintang-bintang meledak di galaksi yang lebih kecil, ledakan itu akan melontarkan awan berisi element-elemen ke galaksi tetangga. Galaksi Bima Sakti sendiri diperkirakan menyerap material yang setara dengan satu matahari setiap tahunnya.
"Yang mengejutkan adalah bahwa angin galaksi membawa lebih banyak material dari yang kita kira sebelumnya," jelas Angles-Alcazar.
Simulasi itu juga menunjukkan bahwa elemen yang dibawa oleh angin antargalaksi bisa menempuh perjalanan selama sejuta tahun cahaya sebelum berdiam di sebuah galaksi baru.
Sebelumnya para ilmuwan mengira bahwa galaksi-galaksi ada dan berkembang karena menyerap material yang dihasilkan oleh Big Bang atau ledakan akbar yang diyakini sebagai asal-muasal alam semesta. (The Guardian)
Berita Terkait
-
Kebalikan dari Big Bang, Alam Semesta Disebut Akan Kiamat dengan Teori Big Crunch
-
Super Music Break Out Day 2025 Bandung Pecah! Nostalgia Musik Bergelora di Tritan Point
-
5 Sepatu Lari Adidas Wanita Paling Worth It di Bawah Rp1 Juta Juli 2025
-
Kiamat Alam Semesta: Teori 'Big Crunch' Gambarkan Akhir Zaman yang Mengerikan
-
Berkunjung ke Museum Astronomi The Makkah Clock Tower
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Gunakan AI, Fitur Auto-Dubbing YouTube Sekarang Tersedia 27 Bahasa
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Februari: Ada Icon Ginga 115-117 dan 10.000 Gems
-
7 HP Murah RAM Besar untuk Admin Bisnis Online, Multitasking Lancar Tanpa Lag
-
Apakah HP Infinix Cepat Rusak? Cek Rekomendasi HP Terbaik Spek Dewa Dibawah Rp2 Juta
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 6 Februari 2026: Klaim Sukuna, G36, dan Parasut Jujutsu
-
Apa Penyebab Gempa Pacitan M 6.4 Hari Ini? Terasa di 26 Wilayah, BMKG Buka Suara
-
Terpopuler: TWS Murah 2026 Versi David GadgetIn, Tokoh Teknologi yang Muncul di Epstein Files
-
Apakah Stylus Pen Bisa untuk Semua Tablet? Cek 5 Rekomendasi Digital Pen Terbaik
-
Daftar Harga HP Vivo dan iQOO Terbaru Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Tablet Samsung Galaxy Tab A9 vs Redmi Pad SE, Mana Paling Worth It Buat Anak Sekolah?