Anak dirantai. (Facebook)
Banyak orangtua dan guru tidak menyadari dampak buruk dari setiap kata negatif yang mereka katakan dan tindakan yang mereka lakukan terhadap anak-anak.
Kenyataannya, masih ada orangtua di luar sana yang memilih untuk menyakiti dan menyiksa anak mereka.
Contohnya seperti kisah bocah yang ditelantarkan dan dianiaya dengan keji. Melansir Viral4real, anak laki-laki tersebut ditemukan seorang warga di Filipina sedang duduk di kursi plastik di tempat terbuka.
Ironisnya, kaki bocah tersebut dirantai. Tak hanya itu, ditemukan pula luka parah dan memar di bagian wajah, lengan, dan lututnya. Sungguh pemandangan yang menyedihkan.
Anak laki-laki itu hampir tak mau berbicara, sehingga sulit bagi beberapa warga sekitar untuk mengidentifikasi si anak, dan mengetahui siapa yang melakukan hal tersebut kepadanya. Walaupun orang-orang sudah melepaskan rantainya, ia tetap menolak untuk berbicara.
Hingga kini tidak diketahui dengan jelas apakah warga melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Banyak warganet yang kecewa dan mengutuk aksi orangtua anak tersebut, mereka mengangggap orang tuanya sangat keterlaluan dan harus mendapat hukuman atas apa yang telah mereka perbuat.
Kendati demikian, belum dapat dipastikan apakah perbuatan tersebut dilakukan oleh orangtua si bocah. Belum diketahui pula apakah kasus ini lantas ditangani polisi.
Video bocah tersebut heboh di media sosial dan mendapatkan respons beragam dari warganet.
Komentar
Berita Terkait
-
Penyekap Wanita di Bekasi Ditangkap, Siksa Korban 10 Hari karena Cemburu
-
Bengis! Bocah 4 Tahun di Bekasi Tewas Disiksa Ibu Tiri Pakai Gayung dan Sikat Gigi
-
Terkuak Motif Penyekapan di Bekasi: Pelaku Cemburu, Siksa Korban Dibantu Karyawan
-
Balita Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Nyawa Melayang Akibat Luka Parah di Kepala
-
Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap
-
Bagaimana Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Capricorn saat Mereka Sedang Marah atau Ngambek?
-
Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
-
Polisi Malaysia Ungkap Pemasok 25 Kg Narkoba yang Dibawa Pilot Mohd Saufi bin Othman ke Jakarta
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang
-
Nekat Beroperasi, Home Stay di Jepara Kembali Digerebek Warga, Tujuh Pasangan Diamankan
-
Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron
-
Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG
-
Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!
-
17 Tahun Menunggu, Transmigran di Kerinci Masih Hidup Tanpa Listrik