"Kita harus belajar kapan harus mengatakan ke komputer: 'Maaf, saya tidak bisa membiarkan Anda melakukan itu,'" katanya.
3. Robot akan mengambil alih pekerjaan Anda
Jika tidak pandai mennggunakan komputer, Anda mungkin sudah tergantikan olehnya. Robot sudah menggantikan manusia di banyak pabrik.
Pada tahun 2050, teknologi yang sama akan menghilangkan banyak pekerjaan "kerah putih" kelas menengah.
Berita akan ditulis oleh komputer cerdas buatan manusia dan dipandu oleh avatar serta chatbots, yang akan menyesuaikan konten dengan preferensi pribadi pemirsa.
Robot menggantikan atlet di lapangan olahraga, menunjukkan kecepatan, ketepatan dan stamina yang lebih tinggi daripada rekan manusia mereka.
Bahkan dokter akan banyak diganti oleh dokter AI yang akan terus memantau tekanan darah, kadar gula, tidur dan olahraga Anda.
"Dokter AI pribadi kami akan memiliki riwayat hidup kita, ia akan tahu lebih banyak tentang pengobatan daripada satu dokter pun, dan akan tetap berada di atas semua literatur medis yang baru muncul," kata Walsh.
4. Perang di ruang siber akan terjadi
Baca Juga: Manusia Dikalahkan Kecerdasan Buatan dalam Permainan Pac-Man
Pemerintah sudah sangat bergantung pada hacker dan pengawasan siber, untuk mengumpulkan intelijen tentang musuh asing.
Kecerdasan buatan akan cepat melampaui hacker manusia dan satu-satunya pertahanan akan menjadi program AI lainnya. Pemerintah akan dipaksa untuk memasuki perlombaan senjata siber dengan negara-negara lain.
Jika alat-alat ini masuk ke dalam web yang gelap dan masuk ke tangan penjahat siber, mereka juga akan menyerang perusahaan dan institusi keuangan.
"Bank tidak punya pilihan selain menginvestasikan lebih banyak lagi pada sistem AI yang canggih untuk mempertahankan diri dari serangan," kata Walsh.
Pelakunya semakin sulit ditangkap aparat penegak hukum.
5. Anda akan terus hidup setelah meninggal
Jika berpikir bahwa kematian adalah akhir dari visi dystopian masa depan, Anda bisa berpikir lagi.
"Pada tahun 2050, manusia akan hidup sebagai chatbot yang cerdas secara artifisial meskipun setelah mereka meninggal," menurut Walsh.
Chatbots akan menarik dari media sosial dan sumber lain untuk meniru cara Anda berbicara, menceritakan kisah hidup dan kenyamanan keluarga saat Anda meninggal. [Mirror]
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 Solar Panel Terbaik untuk Cadangan Daya Listrik di Rumah, Harga Mulai Rp18 Ribuan
-
Harga Redmi K90 Ultra Hampir Setara POCO X8 Pro Max, tapi 'Rasa Snapdragon'
-
Pre-Order GTA 6 Resmi Hadir Pekan Ini: Bocoran Harga dan Cuplikan Anyar Beredar
-
Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh
-
Vivo X Fold 6 Beri 'Sinyal Bahaya' pada Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Fiturnya?
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026