Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya membuka 11 domain name system (DNS) Telegram yang sebelumnya diblokir.
Proses normalisasi dilakukan setelah Telegram menyetujui syarat yang diajukan pemerintah dalam rangka memberantas konten terorisme di platform mereka. Sebanyak 166 channel negatif telah ditutup Telegram.
"Betul mas, Proses dinormalisasi dimulai pada Kamis, 10 agustus pukul 10.46 WIB," ungkap Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza kepada Suara.com, Jumat (11/8/2017).
Telegram sendiri melalui Pavel Durov berjanji, melakukan langkah-langkah terbaik untuk memberantas konten terorisme di Telegram.
Langkah pertama yang sudah dilakukan Telegram adalah menunjuk 1 orang Perwakilan sebagai contact point di Indonesia. Perwakilan tersebut akan menjadi penghubung antara Telegram dengan pemerintah Indonesia.
Kedua, Telegram telah membuat Standard Operating Procedure (SOP) khusus untuk mempercepat penanganan konten terorisme. Kemudian, Telegram telah membuat sistem identifikasi khusus yang akan memudahkan pendeteksian konten terorisme.
Selain itu, Kominfo akan mendapatkan jalur khusus bagi pelaporan. Nantinya, pelaporan tersebut akan diproses oleh tim Moderator dari Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global
-
Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35
-
Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI
-
Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan
-
Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia
-
PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak