"Sementara Haumea memiliki dua bulan dengan sendirinya, mereka terlalu kecil dan terlalu jauh dari planet kerdil untuk berkontribusi pada cincin itu," kata Sickafoose.
Selain itu, para astronom percaya bahwa cincin raksasa gas itu mungkin merupakan sisa makanan dari asteroid atau benda lain dari luar Tata Surya yang digambar oleh planet-planet dan kemudian terkoyak oleh gravitasi atau tabrakan. Tapi penjelasan itu juga tidak berhasil bagi Haumea dan Chariklo.
"Tubuh kecil ini tidak akan bisa melakukan itu," kata Sickafoose.
Penjelasan paling mungkin untuk cincin Haumea adalah tumbukan besar dan ada beberapa bukti yang terjadi di masa lalu planet kerdil itu. Haumea berbagi tanda air es yang unik dengan beberapa benda lainnya di Tata Surya bagian luar.
Itu adalah tanda bahwa Haumea dan benda-benda lain ini sebenarnya adalah satu tubuh di masa lalu, dan beberapa tabrakan dengan batu lain memisahkan mereka. Mungkin tabrakan yang sama ini juga menyebabkan deru puing-puing.
"Karena kita tahu ada tabrakan dan kita tahu ada cincin, ada kemungkinan besar benda-benda itu saling terkait," kata Sickafoose.
Seiring waktu, cincin dianggap kehilangan energi dan berantakan. Juga partikel yang sangat energik yang mengalir dari Matahari dapat mendorong partikel-partikel di dalam sebuah cincin, yang menyebabkan puing-puing jatuh ke dalam. Jika cincin Haumea dibentuk oleh tabrakan, mungkin terjadi ratusan juta, bahkan mungkin miliaran, bertahun-tahun yang lalu. Jadi sesuatu harus mencegah cincin itu pergi. [The Verge]
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
-
AS Serang Iran, Harga Minyak Melambung Tinggi
-
0882 Nomor Kartu Apa? Cek Provider dan Daftar Kode Prefix Resmi
-
Kebiasaan Unik Orang Indonesia: Beli Asuransi Perjalanan Mendadak Tanpa Persiapan
-
2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026