Suara.com - Penelitian ilmiah baru menunjukkan bahwa nenek moyang abad pertengahan takut pada mayat mati yang hidup kembali, kini dijuluki vampir.
Para ilmuwan dari Historic England dan University of Southampton telah menyelesaikan studi tentang tulang manusia dari sebuah desa Yorkshire pada abad pertengahan. Tulang tersebut sangat mengesankan berasal dari individu yang dianggap oleh rekan mereka sebagai revenant atau vampir.
Analisis ilmiah telah mengungkapkan bahwa sisa-sisa kerangka individu telah sengaja dimutilasi, dipenggal dan dibakar tak lama setelah kematian. Ini adalah pertama kalinya di Inggris bukti-bukti kerangka semacam itu tentang kemungkinan kepercayaan abad pertengahan mengenai revenitas telah ditemukan.
Karya ilmiah, yang dilakukan pada tulang manusia abad ke-11 sampai ke-13 dari desa yang sepi yang dikenal dengan Wharram Percy sangat penting. Pasalnya, dari temuan tersebut tampaknya mengkonfirmasi catatan historis tentang kepercayaan semacam itu.
Banyak orang di Inggris abad pertengahan percaya bahwa mayat orang-orang jahat atau pendendam mampu "bangkit kembali" dari kuburan mereka untuk menyerang atau menyakiti atau bahkan membunuh mereka yang hidup. Akun historis dari Inggris dan Irlandia menceritakan tentang ketakutan akan revenants secara umum, sementara beberapa akun dari Skotlandia dan Irlandia (dan satu dari Inggris) juga mengisyaratkan pengisapan darah yang terus berlanjut.
Ilmuwan Inggris dan Universitas Southampton menganalisis 137 tulang manusia yang tidak disartikulasikan, yang mewakili setidaknya 10 individu. Terdiri sekitar tiga perempuan dewasa, dua lelaki dewasa, remaja (berusia sekitar 15 sampai 17 tahun) dan dua anak kecil (berusia 2 sampai 4 tahun).
Bukti dalam penelitian ilmiah, yang dipimpin oleh ahli biologi kerangka manusia historis Inggris, Dr Simon Mays, menunjukkan bahwa mayat-mayat tersebut dikenai serangkaian tindakan yang dirancang hampir pasti untuk mencegah mereka bangkit dari kuburan mereka.
Penduduk desa yang ketakutan tampaknya sengaja menghancurkan anggota badan jenazah, mungkin dengan batu atau palu. Mereka kemudian menggunakan pisau untuk memenggal, mungkin untuk menghilangkan pandangan dan pikiran mereka, dan akhirnya membakar mereka, mungkin untuk menghancurkan setidaknya sebagian dari daging mereka. Semua itu dilakukan agar kebangkitan fisik menjadi tidak mungkin terjadi.
Diketahui bahwa kepercayaan rakyat abad pertengahan berpendapat bahwa mayat hanya bisa hidup kembali dan menjadi revenants dalam periode singkat, antara kematian dan dekomposisi. Kerangka tidak bisa menjadi revenants.
Baca Juga: Perburuan Vampir Telan Delapan Korban Jiwa di Malawi
Hanya mayat utuh yang bisa melakukannya. Kepala salah satu "revenants" juga telah dimutilasi dengan pedang atau kapak.
Hanya sejumlah kecil cerita vampir Inggris abad pertengahan yang pernah tercatat secara historis. Oleh karena itu, hampir pasti mewakili persentase kecil dari jumlah peristiwa terkait yang harus terjadi di negara ini pada abad pertengahan.
Untuk itu, bukti ilmiah yang baru menambahkan secara signifikan pengetahuan tentang subjek ini. Dari semua catatan sejarah Inggris mengenai kasus-kasus semacam itu menunjukkan bahwa hampir semua revenants adalah lelaki dan orang dewasa. Analisis ilmiah baru menunjukkan bahwa mereka sebenarnya adalah kedua jenis kelamin dan semua kelompok usia.
Secara signifikan, meski tidak diisyaratkan oleh catatan sejarah Inggris, ini sejalan dengan tradisi cerita rakyat Eropa utara pada umumnya.
Di Eropa utara, termasuk Skotlandia, misalnya, tradisi cerita rakyat menunjukkan ketakutan besar pada anak-anak yang telah dibunuh atau telah meninggal setelah perlakuan yang tidak adil atau salah.
Orang-orang abad pertengahan percaya bahwa orang jahat atau pendendam bisa bangkit dari kematian untuk menyerang makhluk hidup dan menyebarkan penyakit dan kematian. Ini adalah ketakutan yang sangat nyata saat epidemi dan kematian mendadak biasa terjadi dan kehidupan biasanya jauh lebih pendek daripada sekarang. [Independent]
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus