Suara.com - Para ilmuwan kian optimistis manusia akan segera bertemu dengan alien pertama di alam semesta setelah sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa lautan di bawah permukaan es tebal Enceladus telah berusia miliaran tahun.
Enceladus, salah satu bulan Planet Saturnus, dinilai sebagai salah satu tempat terbaik untuk mencari kehidupan lain di tata surya kita. Alasannya karena di antara permukaan es tebal dan permukaan batuannya, tersembunyi lautan asin yang berpotensi menjadi habitat alien.
Badan antariksa Amerika Serikat sudah mempertimbangkan untuk mengirim misi ke Enceladus khusus untuk mencari bukti-bukti kehidupan alien, meski belum ada rencana pasti.
Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan pada jurnal Nature Astronomy, sebuah tim ilmuwan internasional meneliti data-data yang dikumpulkan oleh Cassini, sebuah wahana antariksa yang selama 13 tahun mengorbiti Saturnus. Misi Cassini, yang dikembangkan NASA bersama badan antariksa Eropa (ESA), berakhir pada September kemarin.
Yang secara khusus dicari dari data-data itu adalah apa yang membuat lautan yang menyelimuti Enceladus tak membeku seperti es di permukaannya?
Tadinya para ilmuwan menduga bahwa lautan di bawah permukaan es Enceladus tak membeku karena dipanaskan oleh energi yang dihasilkan oleh kekuatan pasang-surut. Tetapi jika karena gaya tersebut, maka seharusnya lautan Enceladus sudah akan membeku kurang dari 30 juta tahun.
Menyadari hipotesis ini keliru, maka para ilmuwan mencari sumber energi lain di Enceladus yang sukses selama miliaran tahun menjaga lautan di balik lapisan esnya tak membeku.
Dari data-data Cassini, wahana yang dikirim dari Bumi ke antariksa pada 1997 silam, diketahui inti Enceladus yang terdiri dari batuan memiliki banyak pori yang menyimpan panas.
Air yang mengalir ke dalam pori-pori Enceladus akan dipanaskan dan dialirkan ke atas dalam suhu sekitar 90 derajat Celcius. Para ilmuwan juga menemukan bahwa titik-titik panas banyak ditemukan di kutub selatan Enceladus dan karenanya lapisan permukaan es di area itu lebih tipis dibandingkan dengan di area lain.
Dari analisis lebih dalam para ilmuwan menyimpulkan bahwa mekanisme pemanasan air ini bisa membuat lautan Enceladus bertahan hingga puluhan juta bahkan miliaran tahun.
Asal Muasal Kehidupan
Para ilmuwan sebelumnya menduga bahwa di kehidupan Bumi berawal dari reaksi-reaksi kimia pada ventilasi-ventilasi hidrotermal di lautan dalam. Karenanya jika ada aktivitas hidrotermal serupa di Enceladus, yang berlangsung selama miliaran tahun, maka terbuka kemungkinan adanya kehidupan di sana.
Dalam wawancara dengan Newsweek, pemimpin riset itu Gael Choblet dari Pusat Riset Nasional Prancis, mengakui bahwa saat ini pihaknya belum bisa berspekulasi soal adanya kehidupan alien di Enceladus. Tetapi jika melihat rentang waktu aktivitas hidrotermal di sana, ada kemungkinan terdapat kehidupan mikrobial di Enceladus.
Choblet mengatakan kini timnya berencana membuat simulasi interaksi kimiawi yang terjadi di Enceladus, untuk meneliti aliran panas dan zat-zat kimia di lautan bulan Saturnus itu.
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis