Suara.com - WhatsApp dilaporkan tengah menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna memiliki 'kekuatan' terhadap teman mereka. Aplikasi obrolan ini dikabarkan akan mengerjakan fungsi 'kelompok terbatas' baru yang memberi beberapa pengguna kontrol terhadap orang lain.
Pada dasarnya, siapapun yang bernama sebagai administrator sebuah grup bisa membungkam dan melarang anggota lainnya. Siapa pun yang dikeluarkan dari sebuah kelompok akan dikirimi pesan yang agak brutal yang mengatakan bahwa pesan tersebut dilindungi oleh enkripsi end-to-end, yang berarti mereka tidak dapat berkontribusi.
Hal ini mungkin agak mengecewakan bagi siapa saja yang keluar dari kelompok.
"Administrator akan dapat menonaktifkan fitur obrolan dalam grup: artinya semua peserta tidak dapat mengirim pesan teks, gambar, video, GIF, dokumen grup , pesan suara atau memulai sesi lokasi tinggal baru. Mereka tidak dapat melakukan apapun dalam kelompok tersebut, dan sebuah notifikasi dalam obrolan akan muncul," tulis WABetaInfo, yang membahas fitur WhatsApp yang akan datang dikutip Metro.
Jadi, apa yang Anda lakukan ketika teman Anda mengunci Anda dari kelompok mereka? Nah, Anda bisa saja membuat grup sendiri.
Orang yang menciptakan kelompok terbatas mampu mengendalikan siapa yang masuk dan siapa yang keluar, serta menentukan orang mana yang memiliki kemampuan untuk mengubah namanya. Anda juga bisa mengirim pesan ke administrator sebuah grup, siapa yang dapat memutuskan apakah hal itu dilihat oleh anggota lainnya atau ditolak sama sekali.
Fitur kelompok terbatas diharapkan disertakan dalam versi baru perangkat lunak untuk iOS dan Android. WhatsApp baru saja merilis versi 2.17.81 perangkat lunak untuk iOS, sistem operasi yang memberi kekuatan pada iPhone dan iPad. Ini memperkenalkan fitur baru yang akan memungkinkan Anda menonton video YouTube tepat di dalam aplikasi, sambil bertukar obrolan ke obrolan.
"Saat Anda menerima tautan ke video YouTube, Anda sekarang dapat memainkannya dengan benar di dalam WhatsApp. Dengan gambar di gambar, Anda juga dapat terus menonton video saat Anda menavigasi ke obrolan lain," tulis WhatsApp.
Baca Juga: Nonton Video YouTube Kini Bisa di WhatsApp
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Harga Mirip, Mending Redmi Note 14 5G atau Realme 15T 5G?
-
5 HP Murah Rp1 Jutaan, RAM 8 GB dan Kamera Jernih untuk Hadiah Valentine
-
8 Pilihan HP Baterai Jumbo Paling Murah 2026, Ada yang 7000 mAh!
-
Kenapa Memori HP Android Cepat Penuh? Ini Cara Mengatasinya!
-
5 Smartwatch Terbaik untuk Padel, Keren tapi Tetap Fungsional!
-
Daftar Kode Redeem TheoTown Februari 2026: Dapatkan Bonus untuk Bangun Kota Impian
-
5 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB Internal 256 GB
-
6 HP Pesaing Samsung Galaxy A36 5G untuk Alternatif, Spek dan Performa Kencang
-
5 Pilihan HP RAM 12 GB Termurah di Bawah Rp3 Juta, Performa Saingi Flagship
-
Apa Bedanya Smart TV dan Android TV? Jangan Sampai Salah Beli