Suara.com - Para astronom mengerahkan salah satu teleskop terkuat di dunia untuk memeriksa sebuah objek misterius yang kini sedang melesat melintasi tata surya kita. Objek itu memiliki bentuk tak biasa dan diduga sebagai produk teknologi alien.
Teleskop Green Bank, yang terletak di West Virginia, Amerika Serikat akan melacak dan menguping sinyal-sinyal radio yang dipancarkan oleh objek yang bentuknya mirip cerutu dan pertama kali terdeteksi pada Oktober silam.
Objek yang sebelumnya diduga sebagai asteroid itu berasal dari tata surya lain (objek interstelar) dan melesat dengan kecepatan hingga 315.000 kilometer per jam ketika melewati Matahari.
Para ilmuwan dari proyek Breakthrough Listen, yang mengkhususkan diri pada pencarian bukti-bukti peradaban alien, mengatakan bahwa teleskop Green Bank akan memantau objek bernama "Oumuamua" itu mulai Rabu (13/12/2017).
"Tampaknya objek itu berasal dari alam, tapi karena bentuknya yang sangat unik, kami ingin memeriksa apakah ada tanda-tanda artifisial seperti pancaran radio," kata Avi Loeb, pakar astronomi dari Universitas Harvard yang juga penasehat proyek Breaktrough Listen.
"Jika ada satu saja sinyal artifisial, kita akan tahu dengan cepat," imbuh dia.
Objek interstelar pertama yang ditemukan di tata surya kita itu pertama kali dilihat oleh para peneliti di Universitas Hawaii, AS menggunakan teleskop Pan-Starrs. Ia pertama kali terdeteksi ketika ia melintasi Bumi pada jarak sekitar 85 kali jarak antara Bumi dan Bulan.
Mereka menamainya "Oumuamua", yang dalam bahasa Hawaii berarti "sang pembawa pesan".
Ketika pertama kali terdeteksi, sebagian besar astronom yakin bahwa objek itu adalah asteroid interstelar. Bentuknya sangat unik dan belum ada objek antariksa lain dalam sabuk asteroid tata surya kita yang bentuknya lonjong seperti itu.
Pengamatan awal terhadap Oumuamua menunjukkan bahwa panjang objek itu sekitar 400 meter dan lebarnya hanya sekitar 40 meter.
Saat ini Oumuamua berada pada jarak yang setara dengan dua kali jarak Bumi ke Matahari. Tetapi teleskop Green Bank masih mampu mendeteksi transmisi yang sangat lemah sekalipun dari objek itu.
"Peluang untuk mendengar sesuatu memang sangat kecil, tetapi jika sinyal itu benar ada maka kita bisa segera mendeteksi dan mencoba menerjemahkannya," tutur Loeb.
Proyek Breaktrough Listen sendiri diluncurkan di London pada 2015. Proyek ini dibiayai oleh konglomerat Rusia, Yuri Milner dan memanfaatkan teleskop-teleskop di AS serta Australia. (The Guardian)
Berita Terkait
-
Manga Me and the Alien MuMu Siap Akhiri Petualangan Mumu di Bumi pada Mei
-
Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng
-
Gebrakan Baru Donald Trump: Pentagon Bakal Buka-bukaan Soal Alien dan UFO
-
Jadwal Asteroid Apophis atau 'Dewa Kematian' Melintas Dekat Bumi
-
Review Film The 5th Wave: Chloe Grace Moretz dan Invasi Alien dari Mata Remaja
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Smart Band untuk Apa? Kenali Fungsi dan Perbedaannya dengan Smartwatch
-
3 Perangkat iQOO Siap Meluncur: Ada Pesaing POCO X8 Pro Max dan Tablet Anyar
-
Terpopuler: Viral Klarifikasi Homeless Media, 7 HP Midrange RAM Besar Baterai Jumbo
-
35 Kode Redeem FC Mobile Aktif 7 Mei 2026, Klaim Star Shards dan Pemain OVR Tinggi
-
Makin Sengit, Honor dan Redmi Bersaing Rilis HP Baterai Jumbo hingga 12.000 mAh
-
Motorola Razr Fold Segera ke Pasar Asia, Bawa RAM 12 GB dan 16 GB
-
6 HP Midrange Terbaru Gahar Bersiap ke Indonesia: RAM 12 GB, AnTuTu Tembus 3 Juta
-
Bocoran Assassin's Creed Invictus Dibantah Ubisoft: Drama Kebenaran di Era AI
-
Xiaomi Unggah Teaser Redmi S: Kasta Misterius, Setara POCO X Series?
-
Adu Inovasi Negara Berkembang! BRICS Industrial Innovation Contest 2026 Resmi Dimulai