Tekno / Tekno
Minggu, 17 Desember 2017 | 03:17 WIB
Logo Lenovo. [Shutterstock]

Lima tren teknologi teratas yang ditemukan IDC InfoBrief, antara lain:

l. Di tahun 2019, sebanyak 20 persen dari 1000 perusahaan di Asia akan mengadopsi device as a service (DaaS) dan 1 persen akan bertransisi sepenuhnya ke DaaS.

2. Di tahun 2019, sebanyak 2/3 dari perangkat Windows 10 (PC dan tablet) akan diatur melalui platform unified endpoint management (UEM) dan satu dari tiga perusahaan akan mengkonsolidasi tim desktop dan manajemen mobilenya ke dalam satu unit operasional.

3. Di tahun 2020, sebanyak 40 persen inisiatif transformasi digital akan didukung oleh kemampuan kognitif/AI, menyediakan wawasan secara on-time untuk model operasional dan monetisasi baru.

4. Di tahun 2020, sebanyak 1000 perusahaan di Asia akan menggunakan inovasi terbuka untuk mengalokasi keahlian ke 15 persen dari proyek baru, bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan pengenalan produk mereka sebesar lebih dari 50 persen.

5. Di tahun 2020, lebih dari 20 persen pekerja informasi akan memanfaatkan AR di desktop atau di mobile untuk memanipulasi informasi digital, berinteraksi dengan obyek di dunia nyata, dan berkolaborasi dengan mitra kerja.

Menurut IDC, agar tetap bersaing di tahun 2018 ke depan, perusahaan di wilayah Asia Pasifik harus melakukan pendekatan holistik untuk menciptakan kantor yang cerdas di berbagai lapisan. Perusahaan juga perlu menyadari tantangan yang mungkin terjadi saat ada pergantian manajemen, karena transformasi manajemen membutuhkan usaha konsisten dari berbagai tingkatan untuk memimpin ekonomi digital.

Menurut Lenovo, untuk menyediakan pengalaman digital yang sangat menarik di tempat kerja, kuncinya adalah dengan melakukan pendekatan yang user-sentris. Penting bagi perusahaan untuk menyingkirkan ide PC tradisional, guna menciptakan pengalaman yang mobile, cerdas, dan terpersonalisasi bagi para pegawainya.

Lenovo sangat fokus pada inovasi dan mengeluarkan investasi sekitar 1.4 miliar dolar AS (Rp19 triliunan) untuk riset dan pengembangan secara global. Investasi ini bertujuan membantu pelanggan bertransformasi serta memimpin dunia baru ini dengan transformasi kecerdasan.

Baca Juga: Lenovo Siapkan Laptop Spesial Edisi Star Wars untuk Indonesia

“Ini masa yang menarik bagi penggemar kemajuan teknologi. Bahkan, kami yakin sekarang kita bukan hanya di titik puncak, di mana pergeseran demografi dan teknologi yang mudah diakses akan mendorong perubahan yang cepat dalam cara kerja kita beberapa tahun ke depan,” kata Budi Janto, Country General Manager, Lenovo Indonesia dalam keterangan resminya.

Agar dapat selamat dan maju di era ini, dia menambahkan, perusahaan harus menciptakan fondasi untuk tempat kerja yang cerdas.

"Ini berarti berinvestasi di transformasi kecerdasan yang memungkinkan teknologi personalised computing dan inovasi seperti PCaaS, artificial intelligence, sinergi antar perangkat dan AR,” tukasnya.

Load More