Suara.com - Badan Lingkungan Hidup Inggris telah mengumumkan rencana ambisius untuk memetakan keseluruhan negara, yang memiliki luas wilayah sekitar 130.000 kilometer persegi. Untuk mempermudah langkah tersebut, mereka akan menggunakan pesawat yang dilengkapi dengan pemindai laser.
Dalam proyek yang akan berlangsung dalam tiga tahun ke depan ini, pemerintah Inggris akan menggunakan teknologi light detection and ranging (LIDAR) untuk menyurvei keseluruhan negara dengan resolusi satu meter.
Nantinya, semua data juga akan tersedia gratis untuk umum, seperti halnya dengan data LIDAR saat ini. Dalam dua tahun terakhir, masyarakat udah mengunduh data LIDAR dari situs survei terbuka.
"Saya senang bisa mengumpulkan, menggunakan dan berbagi data berharga untuk berkontribusi terhadap perbaikan dan konservasi lingkungan," kata Sir James Beven, pimpinan agensi tersebut.
Selain berguna untuk perencana dan pemerhati lingkungan, data LIDAR juga bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti pengembang game atau membuat patung 3D kota London. Pada tahun 2016, misalnya, para arkeolog menggunakan gambar LIDAR untuk menemukan jalan Romawi kuno yang telah "hilang" selama berabad-abad.
Teknologi LIDAR yang lebih baru memungkinkan pesawat untuk terbang di ketinggian yang lebih tinggi, yang mencakup wilayah lebih luas secara lebih konsisten dan menghasilkan model digital berkualitas lebih tinggi. Sebagian besar survei akan dilakukan selama musim dingin, bila tidak adanya daun pohon berarti pulsa laser bisa mencapai tanah.
"Proyek ambisius ini akan meningkatkan pemahaman kita tentang ciri dan pemandangan alami Inggris yang unik, membantu kita untuk lebih memahami risiko banjir, merencanakan pertahanan yang efektif dan memerangi kejahatan limbah," tutupnya.
Sekadar informasi, sekitar 40 persen dari wilayah Inggris, belum disurvei, atau hanya dipetakan dengan resolusi dua meter. [Digital trends]
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD