Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) gencar menangani konten negatif di internet. Terbaru, Kemkominfo melakukan penindakan terhadap puluhan aplikasi yang berkaitan dengan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
Dikutip dari situs resmi Kominfo, pada 15 Januari 2018, mereka telah mengirimkan permintaan resmi kepada Google untuk menghapus 73 aplikasi terkait LGBT dari Google Play Store, melakukan pemblokiran 15 DNS dari 15 Aplikasi LGBT, yang ada di Google Play Store.
Selain Google, Kominfo juga meminta Facebook men-suspend 1 grup LGBT yang meresahkan masyarakat.
"Selama Januari 2018 ini, dari hasil penelusuran dan pengaduan masyarakat sejumlah 169 situs LGBT yang bermuatan asusila dilakukan pemblokiran. Disamping itu, juga terdapat 72.407 konten asusila pornografi telah dilakukan penanganan dalam kurun Januari ini. Berkenaan dengan Aplikasi B***d, 9 DNS yang dimilikinya telah diblokir," tulis Kominfo.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak menggunakan aplikasi apapun yang tak sesuai dengan norma sosial budaya Indonesia.
Secara khusus, Kominfo juga membantah pihaknya telah melakukan normalisasi dan pembiaran terhadap aplikasi LGBT. Menurut Kominfo, beberapa oknum kerap menggunakan VPN untuk mengakses konten LGBT.
"Berdasarkan laporan kepolisian, mereka menggunakan aplikasi pesan khusus yang kerap diakses dengan VPN (jalur koneksi pribadi), IP anonymizer (penyembunyi alamat internet protocol), situs proxy serta cara-cara lain," lanjut mereka.
Dalam keterangan penutupnya, Kominfo meminta para penyelenggara konten bekerjasama untuk menjamin kehadiran konten positif dan menekan jumlah konten negatif.
"Dalam suasana formal maupun informal, Kementerian Kominfo terus berkoordinasi dengan perwakilan Facebook, Google, Twitter, Telegram, Line, BBM, Bigo Live, LiveMe, Metube dan lainnya dalam mencegah persebaran dan multiplikasi konten negatif," tutup Kominfo.
Baca Juga: Kominfo Optimistis Proyek Palapa Ring Selesai 2018
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Viral Pemilik Brand Lokal ini Tolak Kerja Sama dengan LGBT, Tapi Malah Diserang
-
Tuai Pro Kontra, Begini Kronologi Batalnya Meet & Greet Kakak Itwill di 6 Kota
-
Tuai Kecaman dan Ancaman, Kakak Itwill Batalkan Acara Study Tour di 6 Kota
-
Siapa Erlyanie Owner B Erl Cosmetics yang Tolak Endorse Model LGBT? Ini Profilnya
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
-
5 Pilihan Smartwatch Garmin Termurah, Fitur Canggih dan Baterai Super Awet
-
Rayakan 1 Miliar Download, eFootball Hadirkan Mode Ikonis dan Pemain Legendaris
-
67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
-
Terpopuler: 5 Merek HP Terlaris Global Periode Q1 2026, Rekomendasi HP Tipis Fast Charging
-
Huawei Pura 90 Pro Debut 20 April, Andalkan RAM 16 GB dan Chip Kirin Anyar
-
5 Kipas Tangan Portable Cas Tahan Lama: Dijamin Adem Seharian, Anti Gerah DImana pun
-
Pakai Chip iPhone, Performa Gaming Laptop Murah MacBook Neo Lampaui Ekspektasi
-
65 Kode Redeem FF Max Terbaru 12 April 2026: Raih Skydive Undersea, Doctor Red, dan Topi
-
Spesifikasi Vivo Y31d Pro: HP Baru di Indonesia, Usung Baterai 7.000 mAh dan Fitur Tangguh