Suara.com - Sesuai dengan janji sebelumnya, Facebook telah meluncurkan alat yang akan menunjukkan kepada pengguna apakah data mereka berada di tangan Cambridge Analytica atau perusahaan lain, sejak kebocoran data pengguna.
“Mulai hari Senin, 9 April, kami akan menampilkan tautan kepada orang-orang di bagian atas Umpan Berita mereka sehingga mereka dapat melihat aplikasi apa yang mereka gunakan dan informasi yang telah mereka bagikan dengan aplikasi tersebut. Orang-orang juga akan dapat menghapus aplikasi yang tidak lagi mereka inginkan,” kata Facebook.
"Sebagai bagian dari proses ini, kami juga akan memberi tahu orang-orang jika informasinya mungkin telah dibagikan secara tidak layak dengan Cambridge Analytica."
Baiklah, jadi bagaimana Anda bisa mengetahui apakah data Anda dibagikan? Sederhana. Buka Facebook di browser Anda atau di ponsel Anda, lalu navigasikan ke umpan berita.
Jika data Anda dibagikan atau diakses secara tidak wajar oleh Cambridge Analytica atau perusahaan lain yang sekarang dilarang dari Facebook, akan memiliki pemberitahuan di bagian atas umpan yang menjelaskan siapa yang memiliki data Anda.
Pemberitahuan yanng disampaikan Facebook sangat jelas menyatakan apakah Anda terpengaruh atau tidak, serta bagaimana cara memeriksa kembali aplikasi dan situs web mana yang saat ini memiliki akses ke data Anda.
Ini adalah langkah penting bagi Facebook dalam menghadapi skandal Cambridge Analytica. Tetapi masih harus dilihat apakah pemberitahuan baru ini akan membantu Anda tetap aman dalam jangka panjang.
“Secara keseluruhan, kami percaya perubahan ini akan melindungi informasi orang dengan lebih baik sementara tetap memungkinkan pengembang untuk menciptakan pengalaman yang bermanfaat,” kata pernyataan Facebook.
"Kami tahu kami memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan kami akan terus memberi Anda info terbaru saat kami melakukan lebih banyak perubahan."
Baca Juga: Menkominfo: Polisi Panggil Facebook Pekan Ini
Seperti diketahui, Facebook berada di belakang kebocoran data pengguna ke Cambridge Analytica. Pendiri dan CEO Mark Zuckerberg bersaksi di depan Kongres minggu ini, menjawab pertanyaan tentang apa yang Facebook ketahui dan kapan.
Zuckerberg menyampaikan pernyataan tertulis yang dirilis oleh Kongres, di mana dia bertanggung jawab dan berjanji melakukan yang lebih baik di masa depan.
“Selama beberapa minggu terakhir, kami telah bekerja untuk memahami dengan tepat apa yang terjadi dengan Cambridge Analytica dan mengambil langkah untuk memastikan ini tidak terjadi lagi,” tulis Zuckerberg.
“Kami mengambil tindakan penting untuk mencegah hal ini terjadi lagi hari ini empat tahun lalu, tetapi kami juga membuat kesalahan, masih ada lagi yang harus dilakukan, dan kami harus meningkatkan dan melakukannya.” [Digital Trends]
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cari Smartband Murah dengan AOD? Ini 5 Rekomendasi Terbaik 2026
-
Salah Satu Tablet Terkencang di Dunia, Lenovo Legion Tab Gen 5 Mulai Dipasarkan
-
Sukses Usai Debut, Capcom Siap Kembangkan IP Pragmata Lebih Lanjut
-
5 Aplikasi Tanda Tangan Digital 2026: Privy, DocuSign hingga Adobe Sign, Mana Legal di Indonesia?
-
5 HP RAM 12 GB Paling Murah, Performa Top untuk Pemakaian Lama
-
5 Tablet Stylus Pen Rp2 Jutaan, RAM Lega Cocok untuk Produktivitas
-
Luncurkan Fitur dengan Verifikasi Usia Lebih Ketat, Saham Roblox Langsung Anjlok
-
Pesaing Honor, HP Baru Redmi Bawa Layar 7 Inci dan Baterai 10.000 mAh
-
Era AI Bawa Tantangan Baru, Banyak Perusahaan Tinggalkan Sistem Keamanan Terfragmentasi
-
3 HP POCO Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Terbaru Ada C81 Pro dengan Baterai Jumbo